Hendak Ke Australia, Sembilan PMI Asal Subang Dipulangkan

YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES CEK DATA: Pengantar Tenaga Kerja Bina Penta TKI Andri Lesmana, bersama tim mengecek data calon TKI asal Subang yang hendak berangkat ke luar negeri.

SUBANG-Kepolisian Daerah Banten berhasil mengamankan Sembilan orang masyarakat Kabupaten Subang, yang ingin berangkat ke negara Australia untuk menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Yang menarik adalah, satu orang yang akan berangkat tersebut dimintai uang Rp18 juta oleh mafia trafficiking.

Kepala Bina Penta TKI Disnakertrans Kabupaten Subang melalui Pengantar Tenaga Kerja, Andri Lesmana menjelaskan, mengenai kabar adanya Sembilan orang warga Subang yang berangkat secara ilegal ke Australia betul adanya. Namun sebelum sempat berangkat diamankan terlebih dahulu dan akhirnya bisa dipulangkan ke Kabupaten Subang. “Iya itu betul. Itu sudah lama ya, di bulan Desember 2021. Namun ini menjadi peringatan bagi masyarakat Subang yang mau berangkat secara ilegal. Jangan main-main,” tegasnya.

Dijelaskan Andri, warga Subang tersebut berasal dari wilayah Utara Kabupaten Subang dan berjenis kelamin laki-laki. Ketika diminta keterangan, mereka mengaku memberikan sejumlah uang kepada oknum yang dilansir mafia pemberangkatan TKI ilegal satu orang mencapai Rp18 juta. “Ketika dipulangkan ke Subang oleh pengawas Kemenaker, kita tanyai dulu. Ternyata, tujuan mereka ke Australia menjadi pekerja kebun. Mereka perorangnya menyetorkan uang Rp18 juta,” paparnya.

BACA JUGA:  SMPN 2 Pagaden Wakili Subang The Best Futsal Competition

Terungkapnya Sembilan warga Subang yang mau berangkat ke negara Australia, saat terkena sidak oleh Kementrian Tenaga Kerja. Sembilan orang tersebut berada di Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) di luar Kabupaten Subang. “Sidak dilakukan Kemenaker RI di salah satu perusahaan yang menyalurkan tenaga kerja ke luar negeri. Ketika itu, tim Kemenaker mendapati warga dari luar daerah, akhirnya terungkap ada warga Kabupaten Subang yang mau berangkat ke Negara Australia,” katanya.

Andri menjelaskan, untuk, data yang ada PJTKI di Kabupaten Subang ada sebanyak Enam PJTKI. Sementara masyarakat Kabupaten Subang lebih memilih PJTKI di luar Kabupaten subang, dengan alasan lebih mudah dan juga ajakan dari teman seprofesi yang sudah bekerja di luar negeri. “Kalau di sini PJTKI cabang yang di Subang hanya Enam, sedangkan di luar Kabupaten Subang ya banyak,” katanya.

BACA JUGA:  Tambah Hukuman, 13 Tersangka Penganiayaan ADS Diadili di Pengadilan Negeri Subang

Andri mengimbau untuk masyarakat kabupaten Subang agar berangkat kerja menjadi PMI dengan jalur yang sesuai dengan mestinya, dan harus secara resmi. Andri mengingatkan jangan termakan bujuk rayu oknum yang memberangkatkan kerja di luar negeri dengan memberikan uang. “Jika berangkat secara ilegal, membahayakan terhadap TKI itu sendiri,” katanya.

Pemberangkatan TKI di tahun 2020-2021 menurun. Terlihat dari data yang ada untuk di tahun 2020 TKI yang berangkat mencapai 1.637 orang, antara lain 161 laki laki dan 1.476 perempuan. Sedangkan tahun 2021 ada sebanyak 524 orang yaitu 86 laki-laki, dan 438 perempuan. “Tahun 2022 ini masih belum ada yang berangkat,” katanya.

Pemkab Subang Keberatan Zero Cost Pelatihan

Sementara itu, kaitan rencana Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), yang menginginkan pembebasan biaya penempatan TKI sesuai undang undang nomor 18 tahun 2017 digratiskan atau zero cost, banyak mengundang polemik. Pasalnya, di sejumlah daerah banyak pemerintah daerah yang belum siap untuk menganggarkan untuk pelatihan dan pemberangkatan PMI.

BACA JUGA:  Dinkes Subang Latih Tenaga Medis Tangani ODP

Andri mengatakan, mengenai rencana BP2MI tentang zero cost untuk PMI, seharusnya sudah berjalan pada bulan Desember 2021. Namun pada kenyataannya, masih belum dilakukan. Menurutnya, jika biaya pelatihan dan pemberangkatan dibebankan kepada pemerintah dareah Subang, pastinya kegiatan lain seperti perbaikan infratsturktur dan lainnya menjadi terhambat. “Kita sudah sounding juga ke Pemda Subang dan memang berkeberatan. Satu orang TKI biaya pelatihan hingga pemberangkatan bisa mencapai Rp6,5 juta. Jika per tahunnya yang berangkat mencapai 1.000 orang bisa memakan biaya Rp6,5 miliar,” ungkapnya.

Rencana BP2MI tersebut, hingga saat ini masih belum dilakukan. Sementara waktu, pelatihan dan pemberangkatan masih ditanggung oleh PJTKI tempat calon PMI tersebut bernaung. “Sementara waktu masih ditanggung oleh pihak perusahaan,” katanya.(ygo/vry)

Pemberangkatan TKI Kabuaten Subang

 

Tahun 2020