HUT Pamanukan ke-110, Momentum Menyongsong Kemajuan

TASYAKUR: Pengajian dan doa bersama memperingati HUT Pamanukan ke-110 digelar sederhana di Kediaman Tokoh Pantura H Hermansyah. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

PAMANUKAN-Bukan sebuah acara resmi, peringatan Hari Ulang Tahun Kota Pamanukan ke-110 digelar secara sederhana. Tak ada kemeriahan, hanya lantunan doa dan harap yang menghiasi perayaan sederhana yang digelar di kediaman Tokoh Masyarakat Pamanukan H. Hermansyah. Meski begitu, tetap ada nuansa diskusi perihal Sejarah Pamanukan dari masa ke masa usai pemotongan tumpeng.

Meski begitu, beberapa unsur dari Kecamatan Pamanukan, Ulama, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Pemuda diwilayah Pamanukan juga turut hadir dalam kegiatan doa bersama ini.
H. Hermansyah mengatakan, inisiatif tersebut datang spontan untuk merayakan Hari jadi Pamaukan ke-110. Menurutnya, momen sejarah Pamanukan memang minim sumber serta referensi. Akan tetapi, cerita dan sumber sejarah yang berkembang begitu banyak dan Pamanukan telah terkenal sejak jaman colonial Belanda.

“Maka tadi setelah kegiatan doa bersama, ada sedikit diskusi soal sejarah Pamanukan, dari berbagai elemen baik ulama, tokoh yang concern terhadap sejarah. Mudah-mudahan kedepan bisa dintidak lanjuti,” ucap Hermansyah.

Sementara itu, Tokoh Pemuda sekaligus Politisi asal Pantura Niko Rinaldo menyebut, mencintai Pamanukan tidak harus lahir dan tumbuh disana. “Siapapun dan dari manapun kita, dengan pemikiran dan kontribusi positif lainnya, itulah sebenar-benarnya wujud kecintaan kita terhadap Pamanukan,” kata Niko.

Ia juga mengapresiasi, acara yang diinisiasi oleh H. Hermansyah sebagai wujud untuk transfer ilmu, pengetahuan dan yang terpenting silaturahmi berbagai tokoh dan elemen di Pamanukan juga di Pantura secara umum. “Selamat hari jadi Pamanukan ke 110 tahun, saya bersyukur bisa hadir diacara yang diinisiasi oleh kang H. Herman Syah dan tokoh, elemen masyarakat Pamanukan,” ucap Niko.

Dia juga berharap kedepan, ada wadah yang bisa menampung sekaligus menjadi bahan diskusi berbagai tokoh serta elemen masyarakat demi menyongsong perubahan dan kemajuan di Pamanukan maupun Pantura. “Ini bisa menjadi awal, tidak hanya sebatas pada momen-momen seremonial tertentu. Semangat yang hadir sekarang bisa dilakukan untuk sebuah agenda lain yang mempertemukan banyak unsur,” ucap Niko.

BACA JUGA:  Pengembangan Kasus Ojang, KPK Tetapkan Mantan Kabid Pengadaan BKD sebagai Tersangka

Sementara, mewakili Pemerintah Kecamatan Pamanukan. H. Amin Suhamin menyebut, soal hari jadi Pamanukan ke 110 menuai pro dan kontra. Namun, ia menyebut, tanggal dan tahun lahir Pamanukan diambil dari segi administrative berdirinya Pemerintahan di Pamanukan. “Dari administratifnya, adanya Pemerintahan di Pamanukan itu tahun segitu, termasuk silsilah Pemerintahan Desa juga dulu dari tahun seperti itu,” ucap H. Amin.

Namun ia juga tak menyanggah, bahwa Pamanukan sudah jauh berdiri sebelum itu termasuk soal kaitanya dengan Pamanukan & Tjiasem Lands atau dikenal P&T Land sebuah perusahaan perkebunan milik Belanda. “Seperti halnya Indonesia, itu secara administrative ditarik berdirinya sejak merdeka tahu 1945, tapi soal adanya Indonesia dengan berbagai namanya, dari tahun sebelumnyapun sudah ada,” imbuhnya.(ygi/sep)