Ini Alasan Kenapa Pantura Subang Layak Menjadi Kabupaten Baru

INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES KUNJUNGAN: Forum Pemekaran Pantura Subang (FP2S) berfoto bersama usai diskusi bersama jajaran redaksi Pasundan Ekspres.

SUBANG – Mengapa Pantura Subang harus dimekarkan? itulah tema dialog antara tim redaksi pasundan ekspres dengan Forum Pemekaran Pantura Subang, pada Selasa (22/12) di kantor pasundan ekspres.Ketua Forum Pemekaran Pantura Subang, H.Sudi Hartono SH mengungkapkan jika Subang memang sudah layak dan mampu untuk dimekarkan, dan Pantura Subang sudah bisa berdiri sendiri.

“Memang sudah layak dan mampu bahwa Pantura Subang berdiri sendiri,” ungkapnya.

Sudi Hartono juga menjelaskan jika wacana pemekaran Pantura Subang sudah berlangsung selama 20 tahun, namun hingga penghujung tahun 2020 belum ada langkah kongkret untuk percepatan ke arah sana.

“Bukan soal pembangunan tidak merata, melainkan memang sudah mampu dan layak saja untuk dimekarkan,” tambahnya.

Dia menuturkan beberapa kelebihan atau manfaat jika Pantura Subang berhasil dimekarkan, selain pembangunan semakin merata, anggaran yang terdapat di pusat juga bisa terserap dengan lebih banyak porsi dari anggaran-anggaran yang selama ini tersedia.

“Anggaran dari pusat akan terserap lebih banyak karena ada pembagian wilayah, belum lagi dari sisi Migas banyak titik-titiknya, begitu juga petani dan nelayan, apalagi sekarang adanya pelabuhan patimban,” ungkapnya lagi.

Sedangkan Kepala Desa Jatimulya Kecamatan Compreng, Din Wahidin menuturkan jika percepatan pemekaran Pantura Subang meski segera dilakukan, untuk meningkatkan pelayanan publik yang semakin optimal.

“Kita terlalu jauh mau urus apa-apa tuh, jarak kita membuat pelayanan tidak lagi efisien,” jelasnya.

Dengan dimekarkan maka Din memiliki keyakinan, segala sesuatu yang berhubungan dengan pelayanan publik di wilayah Pantura bisa selesai.

Pimred pasundan ekspres, Lukman Enha, dalam kesempatan itu, menyampaikan dukunganannya terhadap pemekaran Pantura Subang, wacana pemerintah untuk memekarkan disebutkan Lukman memang sudah terlalu lama, dan harus dilakukan percepatan.

“Pada prinsipnya saya mendukung apa yang sedang diperjuangkan teman-teman, ada baik nya dirangkul juga berbagai kalangan masyarakat di sana, dari petani sampai nelayan, jika perlu para milineal nya sekalian,” jelas Lukman.

Suara-suara pemekaran Kabu­paten Subang Utara terus bergeliat dalam beberapa pekan terakhir ini. Sebelumnya mendatangi kantor Pasundan Ekspres, Forum Pemekaran Pantura Subang (FP2S) getol juga beraudiensi dengan Anggota DPRD Subang, baik formal maupun non formal. (idr/ded)

Selengkapnya: