Inilah Alasan Pasien Pertama Positif Covid-19 Malah Isolasi di Rumah

SUBANG-Pasien pertama terkonfirmasi Covid-19 melakukan isolasi mandiri di kediamannya hari ini. Setelah satu bulan dirawat di RSUD Subang, berdasarkan pertimbangan dokter dan kesepakatan pasien memutuskan untuk isolasi mandiri.
Lalu kenapa harus isolasi mandiri? RSUD Subang tidak sanggup? Atau ada pertimbangan lain?
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang, dr Maxi menjelaskan hal tersebut.
Pertimbangan utama dilakukan isolasi mandiri karena berdasarkan pedoman Kemenkes revisi ke-4, menyebutkan, kalau ada pasien positif Covid-19 bisa isolasi mandiri maupun dirawat di rumah sakit.
Dia mengatakan, yang dirumah sakit adalah pasien yang dalam keadaan sedang dan berat yang mereka membutuhkan ventilator, ruang khusus, dan support berbagai alat medis.
Dia mengatakan, harus ingat juga banyak pasien positif Covid-19 yang kondisinya sehat. Sehingga melakukan isolasi di rumah.
“Jadi dari segi protaf kita tidak salahi protaf (melakukan isolasi mandiri terhadap pasien positif pertama),” katanya.
Dia mengatakan, bukan karena mampu atau tidak mampu pihak RSUD merawat pasien positif tersebut. Bukan juga karena kapasitas ruang isolasi di RSUD terbatas. Ruang isolasi di Alamanda RSUD Subang sebanyak 16 ruang, yang digunakan 9 ruang.
Dia mengatakan, pertimbangan pasien tersebut diisolasi mandiri karena sudah cukup lama di RSUD. Pasien ini mulai dirawat tanggal 27 Maret, lalu dirawat lagi tanggal 6 April.
Berada di ruang isolasi yang cukup lama, kata dia, dikhawatirkan kondisi psikis pasien memburuk sehingga berpengaruh terhadap kesehatanya. Isolasi mandiri di rumah menjadi solusi agar kondisi psikis pasien tidak tertekan.
Dia mengatakan, pasien tersebut kini berada di rumahnya seorang diri. Anggota keluarganya tidak tinggal untuk sementara waktu bersamanya.
Untuk kebutuhan makanan, termasuk keamanan sudah menjadi tanggungjawab Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang.
Sebelumnya, mengenai pasien yang isolasi mandiri di rumah ini menjadi perdebatan di masyarakat. Ada yang tidak setuju. Namun setelah diberikan penjelasan oleh gugus tugas, masyarakat pun menerima.(ysp/ded)