IPB Pantau Iklim Jelang Tanam, Akan Buat Saung Iklim Online

SAUNG IKLIM: IPB menggagas aplikasi pengamatan dan pelaporan kegiatan pertanian dan dampak perubahan iklim, melalui Saung Iklim, secara online. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

BINONG-IPB kerjasama dengan Pemda dalam hal ini BP4D melakukan kegiatan pemantauan iklim jelang pelaksanaan musim tanam. Kegiatan pemantauan Iklim tersebut disponsori oleh Asia Pasific Network (APN) yang berkedudukan di Kobe Jepang.

Kegiatan utama yang dilakukan, yaitu melanjutkan kegiatan tahun lalu oleh ICCTF Bapenas untuk menangani dampak perubahan iklim terhadap pertanian tanaman pangan padi di Kabupaten Subang. Dan berlangsung di BPP Kecamatan Binong, Selasa (4/12)

Sekretaris Pusat Study Bencana IPB Perdinan mengatakan, untuk kegiatan tahun ini pelaksanaan proses pemantauan Iklim yang dilakukan di Subang didanai oleh APN.

Hal itu dilakukan untuk membuka sistim daring/online pengamatan dan pelaporan kegiatan pertanian dan dampak perubahan iklim di sawah petani (Demoplot).

“Melalui sistem online ini, pelaporan kegiatan pertanian bisa dilakukan secara cepat, dalam melihat dampak perubahan iklim serta kegiatan pertanian,” ucap Perdinan.

Menurutnya, sistem ini, akan mendukung kegiatan pertanian dari mulai pengolahan hingga panen oleh PPL dengan petani. Di mana kegiatan itu, bisa terekam secara maksimal.

“Adanya sistem ini, tentu akan mempermudah seluruh kegiatan yang terekam dalam satu sistem, yang bernama Saung Iklim,” jelasnya.

Manfaat yang didapat yakni kendala dan hambatan petani bisa diketahui dengan cepat melalui sistem online (Saung Iklim), sehingga bisa dilakukan atau diambil langkah solusi pengendalian dan perkembangan tanaman padi.

“Saung Iklim ini, sebagai media pemanfaatan informasi iklim dengan mengedepankan peran aktif PPL dan petaninya. Serta memberikan solusi bagi petani, bila menghadapi gangguan perkembangan tanaman padi,” tuturnya.

Sementara itu Kabid Ekonomi pada BP4D Kabupaten Subang Nelly, menambahkan, pihaknya memfasilitasi kegiatan tersebut, sehingga gagasan dari IPB tersebut, bisa diaplikasikan bagi petani di Kabupaten Subang. Hal itu sebagai upaya pencegahan dan penanganan terjadinya gangguan terhadap tanaman padi.

“Dengan sistem ini, kita harapkan akan meningkatkan produksi padi Kabupaten Subang,” pungkasnya.(ygi/dan)