Jalan Cijambe-Cirangkong Rawan Begal, Aparat Diminta Patroli Ciptakan Rasa Aman

MINIM PENERANGAN: Jalan Lempar yang menghubungkan desa Cirangkong dan desa Cijambe rawan begal. Selain rawan tindak kejahatan, jalan sepanjang 7 km itu minim penerangan. YUSUF SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Jalan Lempar penghubung Desa Cijambe menuju Desa Cirangkong perlu mendapatkan perhatian dari berbagai pihak. Mulai dari minim masalah keamanan hingga penerangan jalan yang minim.

Warga Desa Cirangkong, Ade Rahmat berharap terutama mengenai keamanan di jalan agar menjadi perhatian semua pihak, terutama aparat. Perlu adanya patroli di jalan tersebut untuk menciptakan rasa aman kepada pengendara.

“Kami selaku orang tua meminta aparat melakukan patroli demi keamanan bagi para pengendara motor,” ungkapnya kepada Pasundan Ekspres, Rabu (18/9).

Harapannya tersebut beralasan. Lantaran anaknya mengalami kejadian kecelakaan karena dikejar oleh orang tidak dikenal, Selasa sore (17/9). Ade menduga anaknya tersebut hampir dibegal.

Kejadian tersebut berawal dari anaknya yang masih SMP tersebut diminta ibunya untuk membeli gas melon ke Desa Cijambe. Sebab di Desa Cirangkong tidak ada gas ketika itu.

“Dia berangka jam 15.00, pulang tanpa hasil karena di Cijambe pun tidak ada gasnya,” ungkapnya.

Saat menuju rumah ke Desa Cirangkong sekitar pukul 17.00, Apdan dan Alda yang mengendarai sepeda motor Honda Beat, di perjalanan berpapasan dengan dua pemuda yang berboncengan mengendarai sepeda motor Scoopy putih.

Dua pemuda tersebut menyuruh berhenti. Si anak mencurigai kedua pemuda tersebut berniat tidak baik. Kemudian melajukan kendaraannya. Apdan memberitahu bahwa dua pemuda tersebut mengejarnya dari belakang.

Kemudian Apdan mempercepat laju kendaraannya karena takut. Sudah mendekati kampung Aul Hilir si anak tidak mampu mengendalikan kendaraannya sehingga langsung terjatuh. Kedua anak babak belur tersungkur ke aspal. Motornya pun rusak. (ysp/sep)