Jalur Rawabadak-Cinangsi Sering Macet, Instruksi Bupati Belum Terealisasi

MACET: Situasi kemacetan di jalur Rawabadak-Cinagsi, yang sering terjadi setiap hari kerja PT Taekwang. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Kemacetan yang terjadi setiap hari kerja di jalur Rawabadak-Cinangsi, menjadi keluhan bagi pengendara.

Sementara sebelumnya, Bupati Subang pernah meminta pihak Pabrik PT Taekwang untuk memundurkan jam masuk dan pulang kerjanya, agar tidak membebani pengendara lainnya. Sayangnya, hingga kini masih belum terealisasi.

Anggota DPRD Subang dari Fraksi Gerindra, Yayang Ari Wijaya mengatakan, mengenai jalur Rawabadak-Cinangsi yang selalu ada kemacetan setiap hari sudah menyampaikan keluhan tersebut kepada Bupati Subang. Namun keluhan tersebut hingga saat ini belum ditindaklanjuti.

“Rencana pemberalakukan jam masuk dan pulang kerja yang pernah disampaikan pihak Pemkab Subang dalam hal ini permintaan Bupati Subang, sampai saat ini belum terealisasi. Setiap hari kerja masih terjadi kemacetan,” kata Yayang.

Yayang mengusulkan pembangunan Jembatan Penyebarangan Orang (JPO) dan larangan para pekerja PT Taekwang membawa kendaraan sendiri. Cukup disediakan jemputan kendaraan bus, sehingga bisa mengurangi kemacetan.

Amdal Lalulintas Dipertanyakan

Menurutnya, banyak yang tergangu kemacetan di jalur tersebut, terutama di depan pintu pabrik.

“Orang yang terganggu mau berangkat kerja ke kantor, yang seharusnya tiba dikantor jam 07.00 WIB ini menjadi terlambat.

Apalagi untuk anak-anak sekolah yang menjadi terlambat dikarenakan kemacetan tersebut. Ini harus diperhatikan dengan serius,” ungkapnya.

“Bupati Subang mempunyai kewenangan memangil pihak terkait untuk mengurangi kemacetan dan menginstruksikan langkah-langkah agar persoalan tersebut teratasi. Bagaimana Amdal lalin, tata ruang wilayah dan lainnya agar bisa terselesaikan semuanya,” katanya.

Dijelaskan Yayang, bukan hanya permasalahan kemacetan saja, melainkan mengenai perekrutan tenaga kerja. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 tahun 2003, penerimaan tenaga kerja harus bebas, transparan dan objektif.

Disnakertrans juga harus mampu menekan pabrik PT Taekwang agar dalam penerimaannya sesuai dengan aturan tersebut. “Perekrutan tenaga kerja benar bebas, transaparan dan objektif,” katanya.

Warga sering mengeluh

Warga Cinangsi Marta (34) sangat mengeluhkan kemacetan yang tiap harinya terjadi, bahkan sudah menahun tidak ada perubahan.

Marta yang tiap harinya mengantarkan anaknya ke sekolah, sering terjebak kemacetan sehingga mengakibatkan anak-anaknya terlambat masuk sekolah.

“Ini yang terjadi tiap hari, anak menjadi terlambat dan tidak fokus ke sekolah. Ini sudah menahun,” ujarnya.

Menurutnya, seharusnya jangan hanya satpam pabrik Taekwang saja yang mengatur lalu lintas, ketika terjadi kemacetan tersebut. Harus ada pihak lalu lintas kepolisan, Dishub juga.

Baca Juga : Bupati Panggil PT Taekwang soal Kemacetan

“Pada saat terjadi kemacetan, satpam pabrik hanya mengatur karyawan pabrik yang keluar masuk saja, sehingga menyebabkan laju kendaraan tidak bergerak sama sekali,” terangnya.

Warga lainnya Tedy (36) mengaku mengalami pindah rumah. Tedy awalnya bermukim di Kelurahan Cinangsi kini bermukim di Sukamelang, karena jalur tersebut tiap hari macet. Tedy berharap, Pemkab Subang bergerak dan tegas dalam permasalahan ini.

“Kabarnya kan sekarang ada 21.000 pekerja PT Taekwang. Katanya mau ada perekrutan lagi sekitar 40-50 ribuan. Bayangkan bisa macet seperti apa,” tandasnya.(ygo/vry)

Kenapa Macet?

- Kemacetan Taekwang sudah bertahun-tahun
- Kemacetan terjadi pada pagi, siang, sore hingga malam hari (jam masuk dan keluar  pekerja pabrik)
- Pekerja PT Taekwang didominasi memakai kendaraan roda 2 
- Bupati Subang pernah memanggil Manajemen PT Taekwang, untuk merubah jam masuk dan keluar pekerja, namun belum terealiasi hingga saat ini 
- Anggota DPRD Subang mempertanyakan Amdal Lalin dan tata ruang wilayah, serta mengusulkan JPO 
- Warga yang mau ke kantor dan bersekolah jadi terlambat
- Ada warga yang terpaksa pindah rumah hanya untuk menghindari kemacetan