Jelang Lebaran, Penjualan Daging Sapi di Pasar Inpres Pamanukan Lesu

KURANG LAKU: Pedagang daging di Pasar Impres Pamanukan nampak pasrah di tengah pandemi Covid-19, lantaran penjualan daging masih sepi jelang hari raya Idul Fitri. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

Harga Masih Stabil Rp120.00 Perkilo

SUBANG-Memasuki H-5 lebaran, penjualan daging sapi di Pasar Inpres Pamanukan masih terbilang sepi. Padahal ditahun-tahun sebelumnya, penjualan daging mendekati lebaran permintaan cukup tinggi. “Masih sepi, belum terlalu ramai. Agak berat (jualannya) sekarang-sekarang ini,” kata Nining salah seorang penjual daging di Pasar Inpres Pamanukan.

Nining mengaku di tahun sebelumnya, bisa sampai 2 ekor sapi habis. Namun kondisi saat ini berbanding berbalik. “Sekarang satu ekor sapi saja susah, pembelinya sepi,” ucap Nining.

Ia menambahkan harga daging saat ini berkisar antara Rp 120-130 ribu. Harga daging sendiri pada pekan ini terbilang stabil yakni dikisaran harga tersebut. “Harga cukup stabil, tidak fluktuatif, rata-rata di 120 ribu perkilonya,” ucapnya.

Nining juga menyampaikan, saat ini kondisi pasar juga tak seramai biasanya, meskipun setiap harinya ada pembeli. Ia juga mengakui, situasi dampak Covid-19 ini juga terasa beda padanya saat berjualan. “Pembeli mah ada saja, tapi ramainya tidak seramai dulu. Tapi ya bagaimana lagi semua juga sulit. Mudah-mudahan segera berakhir kondisi seperti ini,” jelasnya.

Sementara itu, pedagang sayur di Pamanukan Raswin menyebut, sejauh ini harga sayuran jelang lebaran cenderung stabil. Harga cabai merah juga saat ini berada diangka Rp 21 Ribu dan telur Rp 22 ribu per kilo. “Sayuran cenderung stabil, biasanya memang ada kenaikan, tapi ini stabil,” katanya.

Begitupun dengan gula pasir, jika minggu lalu, sempat kehabisan stok dan kesulitan, kini gula pasir juga sudah mulai tersedia di pasaran. “Gula sudah normal lagi ya, sekarang juga stoknya ada,” tutupnya.(ygi/sep)