Kasus Demam Berdarah Terus Meningkat, Masyarakat Harus Terapkan 3 M+

Kasus Demam Berdarah
PELAYANAN: Kepala Sub Humasnya RSUD Kelas B Kabupaten Subang, Mamat Budi Rakhmat saat menunjukan bagian pelayanan di RSUD kelas B Kabupaten Subang saat pandemi Covid-19. INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga membersihkan lingkungan dari jentik nyamuk demam berdarah benar-benar harus menjadi perhatian masyarakat saat ini. Pasalnya, dari data pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kelas B Subang, pasien kasus demam berdarah saat ini terus meningkat.

“Memamng ada peningkatan, faktor cuaca sepertinya juga menjadi penyebab,” jelas Kepala Sub Humas, Mamat Budi Rakhmat kepada Pasundan Ekspres, kemarin.

Dia juga menjelaskan bahwa sepanjang bulan Mei hingga Juli ini sudah tercatat lebih dari 30 pasien demam berdarah di RSUD kelas B Subang. “Ada sekitar 30 lebih pasien yang tercatat sejak Mei sampai sekarang ya, ditelnya harus dilihat di data,” tambahnya.

Baca Juga: Kasus DBD di Karawang Makin Meningkat

Sementara itu, Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Subang dr. Nunung Syuhaeri mengakui terkait mewabahnya demam berdarah ini. Dalam beberapa kesempatan dia menyampaikan bahwa membersihkan lingkungan dengan 3M+ (mengubur, menutup, menguras, dan memakai lotion anti nyamuk) harus benar-benar diimplementasikan masyarakat. “PHBS harus diterapkan, 3M+ juga harus dilaksanakan, karena cuaca sedang tidak menentu,” ungkapnya.

Dokter umum Rumah Sakit PTPN Subang, dr. Mugia Nugraha juga menjelaskan, selain demam berdarah, peralihan musim menjadikan wabah batuk pilek juga menyerang.
Masyarakat harus selalu menjaga kesehatannya, terlebih dengan kondisi saat ini, hujan dan panas yang bisa menyerang kekebalan tubuh, katanya.

Menurut dr Mugia pasien batuk pilek mencapai 30 persen yang datang tiap harinya ke RS PTPN. Menurutnya peralihan musim seperti ini rentan penyakit menyerang kekebalan tubuh.

dr Mugia menyarankan masyarakat minum vitamin, olahraga teratur dan juga menerapkan pola hidup sehat dan bersih. “Hampir 30 persen pasien yang datang dengan keluhan batuk dan pilek saat ini,” jelasnya.

Bukan hanya batuk pilek saja, dr Mugia melanjutkan, bahkan ada pasien yang mengeluhkan adanya gejala demam berdarah. “Ini harus diwaspadai, karena di peralihan menuju musim pengembangbiakan nyamuk demam berdarah meningggi,” pungkasnya.(idr/sep)