Kiprah Putra Daerah sebagai Pengawas Pertandingan Sepak Bola Nasional

LISENSI NASIONAL: Muhammad Iqbal Tawaqal, warga Subang yang berprofesi sebagai pengawas pertandingan berlisensi nasional. INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES

Inspeksi Lapangan dan Observasi Pertandingan

Tidak banyak yang tahu, dibalik berlangsungnya kelancaran sebuah pertandingan sepak bola terdapat peran penting seorang pengawas pertandingan. Tidak banyak yang mau juga bagaimana profesi tersebut bisa diemban.

Kabupaten Subang faktanya memiliki sekitar 15 orang pengawas pertandingan, yang memiliki lisensi nasional. Sayangnya, keberadaan mereka sebagai seorang putra daerah tak pernah muncul dipermukaan. Padahal gengsi dan torehan prestasi yang telah diraih berskala nasional.

Sebut saja Muhammad Iqbal Tawaqal, salah seorang putra daerah yang berprofesi sebagai pengawas pertandingan berlisensi nasional. Iqbal, begitu dia akrab dipanggil sudah mengawasi banyak pertandingan sepak bola di seluruh penjuru Indonesia. Kompetisi resmi seperti gelaran liga 3 dan liga 1 elite pro academy, yang merupakan ajang kompetisi nasioanal usia 16, 18 tahun sudah diawasi Iqbal.

Lalu apa saja yang sebenarnya menjadi tugas Iqbal dan bagaimana prosedur penunjukan Iqbal sebagai pengawas? Iqbal menjelaskan, tugas mengawasi pertama kali direkomendasikan oleh federasi daerah (PSSI Jawa Barat/Asprov Jawa Barat), kemudian mengikuti workshop, jika lulus baru ditugaskan. “Kalau penunjukannya pertama dari rekomendasi asosiasi, kemudian nanti workshop kalau lulus, ya tugas,” jelasnya.

Iqbal melanjutkan, jika workshop tersebut bisa dikatakan juga sebagai seleksi dari pengawas-pengawas lain yang memiliki lisensi yang sama. “Biasanya dari seluruh provinsi se-Indonesia itu pesertanya,” tambah Iqbal.

Ketika sudah ditugaskan, misalnya ke luar daerah atau di salah satu pertandingan katakanlah di Jawa Tengah, Iqbal menyebut barulah dirinya mulai bertugas sejak dari H-2 sebelum pertandingan. Dari mulai rapat kecil dengan Panpel, inspeksi lapangan, dan sebagainya. “Kita cek tuh lapang, tribun, dan semua aspek stadion,” kata Iqbal.

Kemudian ketika pertandingan, atau hari H, Iqbal menjelaskan, tugas dirinya memastikan pertandingan sudah siap termasuk kesiapan fasilitas, termasuk fasilitas pendukung untuk berjalannya suatu pertandingan. Kemudian melakukan observasi pada jalannya pertandingan sampai selesai.

“Saya perhatikan, mengobservasi pertandingan, dan harus mampu mendeteksi sedini mungkin potensi-potensi saat pertandingan, misalnya keributan penonton,” ungkapnya lagi.

Saat dimintai keterangan terkait perbandingan kegiatan olahraga, khususnya sepak bola di Subang dengan daerah lain setingkat Kabupaten, Iqbal menjelaskan, bahwa yang paling mencolok yakni terkait keberadaan fasilitas dari sepak bola itu sendiri.

“Di kabupaten lain pengelolaan fasilitas itu jelas, dari mulai struktur pengelola sampai ketersedian fasilitas stadion. Misal perawatan stadion, bahkan ada kabupaten yang mampu menggaji pengelola stadion itu sendiri, sedangkan di kita (Subang) ya tahu sendiri lah,” jelas Iqbal lagi.

Dalam momentum hari olahraga, yang jatuh setiap tanggal 9 September Iqbal mengungkapkan harapannya terkait pembinaan atlet di daerah. Iqbal mengungkapkan, Kabupaten Subang memiliki potensi atlet-atlet yang berprestasi. Melalui KONI Kabupaten Subang dia juga menyimpan harapan terkait pembinaan atlet-atlet tersebut.

“Semoga pembinaan terhadap atlet semakin baik, sinergitas antar stakeholder terkait olahraga juga semakin kompak,” pungkasnya.(idr/vry)