Kisah Tim Relawan Support Pasien Covid-19 di Desa Sindangsari Kecamatan Kasomalang

Desa Sindangsari Kecamatan Kasomalang

SUBANG -Tim Relawan Isolasi Mandiri di Desa Sindangsari Kecamatan Kasomalang yang dimotori Ahmad Buhori bergerak dari sejak awal ketika pasien EB meninggal dunia. Tak lama kemudian, muncul hasil swab yang menyatakan EB positif Covid-19.

Meski awalnya pihak keluarga tidak terima atas kejadian tersebut, namun tidak membuat menyerah Tim Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan (GTPP) Covid-19 memberikan pemahaman kepada keluarga. Tim GTPP pun melakukan rapid tes kepada keluarga dan warga sekitar.

Ketua RT 3 RW 3 Kampung Lima Ratus Hasanudin menuturkan, semua warga sekitar di RT 3 wajib mengikuti rapid test untuk yang ada hubungan keluarga. Dari 30 orang yang rapid test ada 12 reaktif. Rapid test kedua tetangga radius tertentu, termasuk saudara yang beda RT. Dari 50 orang tes rapid, 5 orang reaktif. “Setelah swab test kepada 12 orang, ditemukan 6 orang positif. Rapid test ketiga, sebanyak 100 orang semua negatif,” kata Hasanudin.

Baca Juga: dr Maxi Sebut Desa Sindangsari Kecamatan Kasomalang Pionir Isolasi Mandiri

RT Hasanudin berjibaku dibantu sang istri Yuyun dan tim relawan dari Komunitas Brissiks, Pepeling dan Karang Taruna RW 3 Desa Sindangsari membantu menangani warga. Bahkan RT Hasanudin sempat sakit dan dinfus di puskesmas dan klinik medika.

Sedihnya, ketika hendak melaksanakan penyemprotan di Majelis Taklim Darul Ghufron Al Mansyur, RT dan tim relawan sempat ditolak hingga diusir. Bahkan caci maki pun sempat diterima tim relawan ketika hendak menolong.

Tapi kegigihan RT dan tim relawan memberikan pemahaman, akhirnya pintu pun dibuka dan dilakukan penyemprotan. Pasalnya, sebagian warga yang sering beraktivitas di Majelis Taklim Darul Ghufron Al Mansyur terpapar Covid-19 dan dirawat di RSUD Kelas B Subang, di ruangan Alamanda.

BACA JUGA:  SUPEL Gelar Silaturahmi Besar

Antar jemput warga ke puskesmas

“Ketika kejadian, saya sempat terkejut dan situasi menjadi genting. Ada arahan harus melaksanakan rapid test kepada lingkungan sekitar, saya antar jemput warga ke puskesmas dan istri saya melakukan pendataan. Hingga akhirnya warga dinyatakan enam orang positif Covid-19 dan dirawat di RSUD Kelas B Subang,” katanya.

Setelah sekian lama diisolasi di RSUD, Ahmad Buhori berinisiatif untuk memulangkan pasien dan dilakukan isolasi mandiri di rumah. Sinkron dengan Ahmad Buhori, warga mengusulkan pasien diisolasi mandiri di namun warga berinisiatif ditempatkan di Majelis Taklim Darul Ghufron Al Mansyur.

Ketua Karang Taruna RW 3 Desa Sindangsari Dadang Abo menambahkan, peran pa Buhori sangat besar dalam penanganan Covid-19 di Desa Sindangsari. Tapi yang lebih hebatnya peran warga di lingkungan Kampung Lima Ratus yang mensupport pasien ketika diisolasi mandiri di Majelis Taklim Darul Ghufron Al Mansyur.

Dari mulai membuat pernyataan menerima pasien hingga memberikan dukungan untuk pasien. “Setiap hari warga bergantian melakukan penjagaan untuk mengawasi sekaligus melayani pasien. Semua kebutuhan pasien dituruti. Meskipun warga sekitar awalnya takut, namun lama kelamaan berbaur ikut menjaga,” katanya.

Dadang Abo pun mengapresiasi pasien Covid-19 yang sadar diri untuk isolasi mandiri. Setiap pagi ikut senam bersama meski di majelis. Bahkan mereka terkadang mengaji, baca shalawat, adzan hingga tahrim salat shubuh. “Dari enam tiga sudah sembuh. Kami akan terus berjuang hingga semua pasien sembuh dan bisa berkumpul bersama keluarga,” ungkapnya.(vry)