Kontraktor Segera Ganti Rugi Rumah Retak

SURVEY: Camat Puskanagara Ela Nurlela bersama Kontraktor Pembangunan Akses Jalan Pelabuhan Patimban, saat survey ke rumah warga terdampak, kemarin (7/12). YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

Warga Diminta Mengungsi Sementara

PUSAKANAGARA-Camat Pusakanagara Hj Ela melakukan survey lapangan pada 15 rumah milik warga yang retak-retak akibat pemasangan tiang pancang.

Rencananya pekan depan kompensasi bagi 15 rumah warga tersebut, akan diberikan oleh perusahaan kontraktor yang membangun akses jalan menuju Pelabuhan Patimban.

Camat Pusakanagara Ela Nurlela mengatakan bahwa tindak lanjut dari pengaduan dari masyarakat tempo hari akan mulai direalisasikan.

“Memang dampak dari pembangunan jalan ini pasti ada dampaknya, salah satunya yang bapak ibu tahu rumah retak, ini sudah diberita acarakan,” jelas Ela, kemarin (7/12), disela-sela survey dan dialog dengan warga.

Pihak kecamatan juga telah mengkomunikasikan permasalahan ini dengan PT Shimizu, Kementerian PUPR perihal kompensasi, bagi warga yang terdampak pelaksanaan pembangunan ini.

“Contohnya kebisingan, polusi udara juga retak-retak rumah warga, sehingga ada yang bapak ibu punya rumah yang retak dan sudah dihitung dan dijanjikan dengan data yang sudah terdata, Insyallah mulai minggu depan akan kita sampaikan pembayarannya,” jelasnya.

Dalam kesempatan survey tersebut Camat Ela yang berdialog dengan RT, Tokoh Masyarakat serta warga setempat memberikan imbauan, agar warga 15 pemilik rumah untuk sementara mencari hunian sementara, saat proyek pembangunan akses jalan dilakukan.

“Jadi bapak ibu mengungsi dulu cari rumah atau tempat tinggal yang tidak terlalu jauh, untuk keselamatan, takutnya pas pengerjaan roboh menimpa. Nanti setelah proyek selesai baru kembali lagi, kalau rumahnya roboh nanti perusahaan menjanjikan akan menggantinya,” ucapnya.

Sementara itu perwakilan Kementrian PUPR yang menemani Camat Ela survey lapangan Febian Alexander mengatakan bahwa kunjungan kerumah-rumah warga, dilakukan untuk berdialog dan memberi tahu terkait akan dibayarkannya kompensasi pada warga.

“Ini survey saja untuk melihat rumah warga, berdialog saja, nanti juga minggu depan kompensasi akan dibayar,” ucap Febian.

Dalam kesempatan tersebut Febian juga menjelaskan pada warga yang hadir bahwa nantinya akan ada pembukaan untuk penyerapan tenaga kerja sebagaimana disinggung oleh Camat Ela.

“Pasti nanti akan pembukaan tenaga kerja untuk warga lokal, nantikan ada pemasangan scaffolding, itu kan manual tuh jadi harus melibatkan banyak orang, nanti kita rekrut banyak,” ungkap Febian.

Salah satu warga yang juga RT setempat yakni Ipon, pada prinsipnya siap untuk sementara mengungsi, juga melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan. Ia juga menyambut baik dengan akan dibayarnya kompensasi bagi warga yang rumahnya terdampak langsung.

“Saya mah ikut saja, siap (mengungsi), nanti ke warga lain juga disampaikan untuk keselamatan,” jelasnya.

Lalu Manager HSE PT Shimizu Pantja Nugraha yang juga hadir dalam kesempatan tersebut mengatakan, bahwa pihaknya juga telah mendata rumah-rumah lain, yang jumlahya mencapai 104 rumah, yang mungkin akan terdampak pembangunan tersebut.

“Saya sudah ambil data dan foto, kemarin keliling sama Pak Wiharto untuk mengambil data rumahnya,” jelasnya.

Saat ini Camat Pusakanagara beserta Pemerintah Desa Pusakaratu juga tengah mengupayakan kompensasi bagi warga lainnya yang terdampak polusi udara, kebisingan serta kesehatan dari pembangunan akses jalan tersebut. (ygi/dan)