Koperasi Buruh Harus Segera Dibentuk

RESES: Anggota DPR RI Linda Megawati SE MSi bersama ketua KSPSI Subang Warlan SE dan sejumlah buruh ketika mengunjungi kantor DPC KSPSI Subang, beberapa waktu lalu. DEDE SUGIARTO/PASUNDAN EKSPRES

Warlan: Banyak Buruh Terjerat Rentenir

SUBANG-Banyak buruh terjerat rentenir, Anggota DPR RI Linda Megawati SE MSi minta segera dibentuk Koperasi buruh. Hal tersebut disampaikannya ketika mengunjungi DPC KSPSI Kabupaten Subang, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, dengan dibentuk koperasi akan mengkikis keberadaan rentenir yang sangat merugikan buruh dengan memberikan bunga yang tinggi. ”Dengan koperasi ini nanti jangan ada lagi buruh yang meminjam uang ke rentenir,” katanya kepada Pasundan Ekspres.

Dirinya bersama dengan DPC KSPSI Subang telah melakukan pembicaran mengenai pembentukan Koperasi buruh ini agar segera terbentuk.”Dari Hasil diskusi tadi konsepnya (koperasi, red) sudah ada dan katanya pemkab pun mendukung. Langkah pertama harus dibuat badan hukumnya dulu,” ujar anggota DPR RI tersebut ketika melaksanakan resesnya di Kabupaten SUbang.
Sementara itu, Ketua DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kabupaten Subang Warlan SE mengucapkan terima kasih atas kunjungan Anggota DPR RI ke DPC KSPSI Subang.”Pertama kami ucapkan terima kasih atas kunjunganya ke rumah buruh. Ini bentuk kepedulian beliau atas nasib buruh,” katanya.

Dalam Kesempatan diskusi tersebut Warlan mengutarakan keluhan yang dialami buruh di kabupaten Subang. Diantaranya mengenai keberadaan rentenir yang sangat memberatkan nasib buruh.

“Banyak buruh yang terjerat rentenir, Ini sangat mengkhawatirkan. Saking parahnya banyak ATM buruh yang disita oleh rentenir, jadi setiap gajihan langsung dipotong,” katanya.

Salah satu solusi untuk mengatasi rentenir, Menurut warlan adalah dengan membentuk koperasi buruh yang nantinya bisa memberikan pinjaman dengan bunga ringan dan tidak memberatkan buruh.
“Kita Akan bentuk koperasi buruh. Ini salah satu solusi untuk mengatasi banyaknya buruh yang terjerat renterir,” tukasnya.(ded)