Layanan Rawat Inap Tutup Sementara, Puskesmas Pamanukan Upayakan Sterilisasi

KOORDINASI: Rapat Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Pamanukan untuk mengambil keputusan penutupan sementara layanan rawat inap. YOGI MIFTAHUL FAHMI PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Pamanukan tutup sementara layanan rawat inap di Puskesmas Pamanukan selama 10 hari. Hal ini menyusul ada salah satu tenaga medis yang bertugas di Puskesmas Pamanukan yang telah dikonfirmasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Subang positif Covid-19.

“Setelah kami rapatkan di tingkat Muspika bersama Gugus Tugas tingkat Kecamatan, disepakati untuk 10 hari ke depan layanan rawat inap ditutup dulu. Ini dilakukan dalam rangka upaya sterilisasi, termasuk diantaranya melakukan penyemprotan disinfektan,” kata Plt Camat Pamanukan Drs Muhamad Rudi yang juga Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Pamanukan.

Rudi menyebut, meski ruang rawat inap ditutup sementara, namun untuk pelayanan rawat jalan tetap dilaksanakan seperti biasa. Langkah antisipasi dan sterilisasi ini dilakukan untuk bersama-sama mencegah Covid-19.

“Langkah itu dilakukan sebagai upaya antisipasi. Sebelumnya, seluruh tenaga medis termasuk di Pamanukan telah menjalani rapid tes dan hasilnya negatif,” ungkapnya.
Ia juga memastikan rawat jalan di Puskesmas Pamanukan akan tetap berjalan normal dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. “Tetap berjalan karena pelayanan pada warga yang berobat jalan tetap ada, namun dengan protokol kesehatan yang telah ditetapkan tentunya,” tandasnya.

Mengenai kasus positif tenaga medis ini harus disikapi dengan bijak dan menjadi perhatian bagi masyarakat. Namun, ia juga mengimbau pada warga agar tidak panik dan tetap melakukan jaga jarak atau physical distancing. “Saat ini sedang berlaku masa PSBB di Subang. Mohon untuk tetap menjaga jarak, membatasi aktivitas di luar rumah, keluar rumah jika ada keperluan dan memakai selalu memakai masker, cuci tangan pakai sabun dan di air mengalir,” imbuhnya.

Rudi menyampaikan, saat ini tenaga medis tersebut telah dalam penanganan RSUD Ciereng. Dengan demikian, selama PSBB ini, warga Pamanukan diminta untuk menghindari kerumunan dan mematuhi hal yang diperbolehkan atau dilarang selama PSBB serta senantiasa menggunakan masker.(ygi/vry)