Libur Tahun Baru, Penjualan Ikan Meningkat

YOGI MIFTAHUL FAHMI PASUNDAN EKSPRES SEPI: Kios Pedagang Ikan di Trungtum Desa Patimban cukup sepi pembeli di hari-hari biasa.

SUBANG-Penjualan ikan pada libur tahun baru belum lama ini terbilang meningkat. Hal ini diutarakan oleh penjual Ikan di kawasan Trungtum Desa Patimban, kemarin (5/1).

Salah satu penjual ikan Asep Saepudin mengatakan, penjualan ikan alami kenaikan karena berbagai macam faktor, diantaranya karena pandemi. “Saat libur tahun baru kemarin memang terbilang rame, karena banyak orang merayakan tahun baru di rumah. Sepertinya melakukan kegiatan bakar-bakar ikan. Penjualan juga kita naik dibanding tahun baru sebelumnya,” kata Asep kepada Pasundan Ekspres.

BACA JUGA: Tok! Pemkab Subang Sepakat Belajar Tatap Muka Akan Dimulai, Wabup: Kita Buatkan Regulasinya

Meski begitu, tingginya permintaan ikan saat libur tahun baru tidak berbanding lurus dengan produksi ikan. Sebab, pada momen itu, pedagang juga kesulitan mendapatkan ikan-ikan laut. “Kemarin aja etong itu kejual cepet, 500 kwintal. Itu kalau stoknya masih ada, bisa lebih dari 1 ton yang kejual,” jelasnya.

Saat ini, stok Ikan Etong per tanggal 5 Januari juga baru datang kembali setelah habis diborong pada malam pergantian tahun. Selain ikan etong, ikan kakap dan cumi serta udang jadi salah satu jenis hasil laut yang banyak diburu warga. “Yang pertama etong banyak yang cari. Cumi-cumi, udang juga lumayan banyak,” imbuhnya.

Hal ini juga berdampak pada tingginya harga ikan, diantaranya Harga Ikan Etong dibanderol Rp 40000/kg dari biasanya Rp30000-35000/kg nya. Harga cumi kecil Rp 75rb sedangkan Cumi ukuran besar Rp 95000. Udang windu paling besar sekitar Rp 170ribu, udang peci kecil hingga sedang mulai rentang 30-90 ribu.(ygi/sep)