Lulusan SMA dan Perguruan Tinggi Susah Dapat Pekerjaan

PENCARI KERJA: Kepala Seksi Informasi dan Bursa Kerja Disnakertrans Kabupaten Subang H. Deden Almansur S.Pd.,M.Si berdialog dengan para pencari kerja. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

Pilih Cari kerja di Luar Daerah

SUBANG-Lulusan perguruan tinggi masih kesulitan mendapatkan pekerjaan khususnya di Subang. Akibatnya banyak di antara mereka yang mencoba mencari pekerjaan ke luar daerah, meskipun sulit juga untuk mendapatkannya.

Warga Pagaden, Amar (31) yang merupakan lulusan perguruan tinggi belum kunjung mendapatkan pekerjaan. Dia mengakui kesulitan mendapatkan pekerjaan.

Dia menuturkan, dari sekian banyak lamaran yang telah dibuat belum ada satupun panggilan kerja. Dia melakukan sekolah di perguruan tinggi berharap mendapat pekerjaan layak. Apalagi telah mengeluarkan banyak biaya selama kuliah.

“Sampai sekarang belum ada panggilan, padahal lamaran sudah banyak dikirimkan baik di antar sendiri maupun di poskan bahkan surat elektronik,” ungkapnya kepada Pasundan Ekspres, Selasa (17/3).

Dia pun mempertanyakan, mekanisme perekrutan karyawan oleh perusahaan-perusahaan yang ada di Subang. Bahkan dia mendengar kabar, pabrik bahkan di Subang memilih merekrut lulusan SMA-SMK bahkan SMP.

“Kabarnya mereka pihak persusahaan enggan merekrut sarjana, ini ada apa? Lantas percuma juga dong kita melanjutkan sekolah sampai tinggi,” ujarnya.

Warga lainnya Lutfi (28) mengatakan, dirinya yang jebolan SMA saat ini sedang berjibaku untuk melamar pekerjaan ke luar Subang. Dikarekan susahnya mencari pekerjaan di Kabupaten Subang.

“Siapa tau aja ada miliknya, di sini susah cari kerja kalaupun ada banyak embel –embelnya,” ujarnya.

Lutfi meminta kepada Bupati Subang agar bisa menindak oknum-oknum yang memanfaatkan momen perekrutan tenaga kerja sehingga merugikan para pencari kerja.

Kepala Seksi Informasi dan Bursa Kerja Disnakertrans Kabupaten Subang H. Deden Almansur S.Pd.,M.Si mengatakan, untuk para pencari kerja di Kabupaten subang terlihat dari banyaknya pembuatan kartu kuning. Mereka didominasi oleh jebolan SMA-SMK bahkan sarjana. Dia pun mengakui ada di antara mereka yang mengeluhkan sulitnya mencari kerja.

“Pencari kerja didominasi lulusan perguruan tinggi,” katanya.(ygo/ysp)