Mafia Jabatan Berkeliaran, BKPSDM Telusuri Oknum Inisial ‘W’

ROTASI MUTASI: Bupati Subang H Ruhimat saat menandatangani berkas promosi dan rotasi mutasi ASN Subang beberapa waktu lalu. INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Buntut dari dilakukannya promosi rotasi mutasi terhadap beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemda Subang beberapa waktu lalu, menyisakan cerita klise, dari seorang ASN. Oknum yang berupaya melakukan pungutan liar (Pungli) ternyata masih saja bergentayangan.

Seorang pejabat eselon IV mengaku dimintai “biaya” sekitar Rp10 juta jika tidak mau digeser dari jabatannya. Beruntung, pejabat dengan inisial IM itu menolak. Ia kemudian berani buka suara dan pasrah menerima kenyataan jika dirinya harus berpindah posisi ke jabatan barunya di Dinas Ketahanan Pangan.

“Satu minggu sebelum itu (mutasi rotasi) seseorang dengan inisial W yang mengaku ajudan Bupati menghubungi saya via WA. Dia meminta sejumlah uang besarnya mencapai Rp10 juta, bahkan pada pukul 11.00 siang sebelum pukul 14.00 WIB diumumkan mutasi rotasi, dia masih menghubungi saya untuk minta uang tersebut,” ujar IM pada Pasundan Ekspres.

Kata IM, sejumlah uang itu dimintainya sebagai upaya untuk negosiasi dengan bupati dan kepala BKSDM ujar seseorang berinisial W tersebut. Bahkan kata IM, dia sampai mengirimkan no rek Bank BCA, “Saya tidak mau,” lanjut IM.

Mendengar hal itu, Bupati Subang H.Ruhimat terkejut dan marah, apalagi oknum tersebut mengatasnamakan Bupati dan Kepala BKPSDM. “Jangan dibiarkan ini harus diusut, saya akan telusuri,” ungkap Bupati dengan pandangan mata yang penuh amarah.