Managemen PT Taekwang Sebut Masukan Bupati Tidak Efektif

SIDAK: Kepala Kesbangpol Subang, Udin Jazudin bersama para kabid dan kasinya melakukan sidak ke PT Taekwang, Senin (17/2). YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Manajeman PT Taekwang menyebut kemacetan di depan pabrik paling lama hanya 15 menit saja. Itu terjadi saat jam masuk kerja pagi hari dan pulang kerja sore hari.

“Kalau berbicara kemacetan, kita lihat realita langsung. Memang terjadi kemacetan, tapi pada saat jam keluar masuk karyawan dengan waktu 15 menit.

Kalau setelah mereka (karyawan) masuk, lihat sepi begini (jalan),” ungkap General Afair, Legal dan Industrial Relations PT Taekwang Industrial Indonesia Yanuar Muchriady kepada Pasundan Ekspres, disela-sela sidak Kesbangpol Subang, Senin pagi (17/2).

Bupati Subang Ruhimat menyarankan agar jam masuk kerja pagi dimundurkan menjadi pukul 08.30. PT Taekwang yang saat ini memiliki 27.000 karyawan menyatakan akan mencoba merubah jam masuk kerja tersebut.

“Sebenarnya memang masukan dari Pak Bupati itu, mengenai perubahan jam masuk kerja itu tidak efektif, akan menganggu produksi,” ujarnya.

Kepala Kesbangpol Subang, Udin Jazudin mengatakan, pihaknya telah melihat langsung kondisi kemacetan yang ada di depan PT Taekwang. Pengecekan tersebut dilakukan untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat kepada Bupati mengenai kemacetan tersebut.

“Kami harus mengecek apakah benar kondisi kemacetan tersebut, makanya kami sidak ke sini memastikan untuk mendapat informasi yang akurat,” ujarnya.

Dia menuturkan, berdasarkan pantauan dan hasil diskusi dengan manajeman, kemacetan tersebut terjadi paling lama 15 menit di saat jam masuk dan keluar kerja. “Kemacetan itu paling lama terjadi selama 15 menit,” pungkasnya.

Anjurkan Bus Jemputan

Kapolres Subang melalui Kasat Lantas Polres Subang AKP Bambang Sumitro SH mengatakan, kemacetan yang terjadi di jalur Rawabadak-Cinangsi berkenaan banyaknya pekerja yang masuk dan keluar di PT Taekwang, menjadi perhatian serius.

Pihaknya sudah mengerahkan personel untuk mengamankan jalur kendaraan di tiap titik rawan kemacetan tiap harinya.

“Jajaran kami terus bertugas di titik rawan. Seperti di Perempatan Wesel, dekat SPBU Rawabadak dan lainnya untuk meminimalisir kemacetan,” ujarnya.

Menurutnya, kemacetan yang terjadi dikarenakan membludaknya pengendaraa motor yang melintas sangat banyak, baik dari pekerja PT Taekwang ataupun pengendara lainnya.

Ketika banyak pekerja pabrik Taekwang yang mengendarai motor tersebut masuk dan keluar, sehingga menjadikan kemacetan karena penumpukan kendaraan.

Bambang sudah memberikan imbauan kepada PT Taekwang agar mengadakan Bus jemputan. Banyaknya pekerja bisa terakses dalam kendaraan besar saja, sehingga tidak memacetkan jalan.

Baca Juga: Pagi-pagi, PT Taekwang Disidak Kesbangpol

“Sudah ada mobil-mobil penumpang yang menjemput, namun skalanya hanya kecil sehingga menjadikan kemacetan,” katanya.

KBO Lantas Polres Subang Iptu Ikin Sodikin SH mengatakan, para pekerja pabrik PT Taekwang kebanyakan tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Pihaknya kerap melakukan operasi rutin kendaraan di lokasi dekat pabrik tersebut.

Para pengendara yang merupakan pekerja pabrik Taekwang mendominasi memakai kendaraan pribadi yaitu motor. “Mereka mengendarai sendiri kendaraannya, namun tidak memiliki SIM rata-rata,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Subang agar mengawal dan juga ikut menangani kemacetan yang terjadi di pabrik tersebut.

Termasuk Kesbangpol dalam perekrutan tenaga kerja di PT Taekwang seperti apa. “Sudah kami minta Dishub dan Kesbangpol tadi pagi,” ujarnya.(ysp/ygo/vry)