Mantan Bupati dan Sekda Kabupaten Purwakarta Terseret Kasus Mamin

“Pada sidang 7 Oktober 2010, Siti divonis bebas oleh Pengadilan Negeri Purwakarta. Namun JPU melakukan kasasi atas putusan tersebut ke Mahkamah Agung. Putusan Mahkamah Agung kemudian menyatakan Siti bersalah,” kata Onneri.

Dalam putusan Mahkamah Agung, ujar Onneri, Siti telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pembantuan tindak pidana korupsi sebagai suatu perbuatan berlanjut (voogenette handeling). Terdakwa dipidana 2 tahun penjara dan denda sebesar Rp50 juta.

“Jika terdakwa tidak membayar denda tersebut akan diganti dengan kurungan penjara selama 3 bulan,” ujar Onneri menjelaskan.

Jika dilihat putusan kasasi Mahkamah Agung yang keluar di tahun 2011, Kejari Purwakarta dinilai lambat melakukan eksekusi terhadap Siti. Menanggapi hal tersebut Onneri mengungkapkan, pihaknya baru menerima putusan kasasi pada 1 Desember 2021.

BACA JUGA:  Tahun ini, Semua Wilayah Jadi Kampung KB

“Dan hari ini langsung melakukan eksekusi terhadap terpidana Siti. Untuk terkait keterlambatan datangnya salinan putusan tersebut kami tidak mengetahui teknisnya seperti apa,” ucapnya.

Untuk diketahui selain Siti, sejumlah nama juga terseret dalam kasus korupsi anggaran mamin ini, seperti mantan Bupati Purwakarta Lily Hambali.

Kemudian mantan Sekda Purwakarta Dudung Bachtiar Supardi yang saat itu menjabat sebagai Sekda Purwakarta tahun 2006. Selanjutnya mantan Pemegang Kas Sekretariat Daerah Pemda Purwakarta, Entin Kartini.(add/vry)

 

Sejumlah Nama Yang Terseret Kasus Mamin

  1. Lily Hambali, Mantan Bupati Purwakarta
  2. Dudung Bachtiar Supardi, Mantan Sekda Purwakarta
  3. Entin Kartini, Mantan Pemegang Kas Sekretariat Daerah Pemda Purwakarta