Masyarakat Datangi Perusahaan, Sosialisasikan Anti LGBT

LONGMARCH: Unsur masyarakat Desa Wantilan yang terdiri dari organisasi kepemudaan, dan organisasi keagamaan, melakukan longmarch menyambangi setiap perusahaan di Desa Wantilan, sosialisasikan penolakannya terhadap LGBT. INDRAWAN/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Warga Desa Wantilan mendatangi beberapa pabrik yang berada di wilayahnya, untuk menindaklanjuti penolakan terhadap LGBT, Jumat (13/9). Kehadiran warga pada setiap pabrik tersebut, sebagai bentuk keresahan dengan keberadaan LGBT.

Warga yang terdiri dari organisasi pemuda, ormas Islam dan Pemdes Wantilan, membawa beberapa spanduk untuk dipasang di setiap gerbang utama pabrik. Tujuannya sebagai pengingat untuk para buruh pabrik agar tidak terjerumus LGBT.

Tokoh masyarakat di Wantilan, sekaligus juga tokoh Laskar Pembela Islam Wantilan Ustadz Dede Ahmad menjelaskan, keadaan LGBT di Wantilan sudah betul-betul meresahkan. Bahkan ditempat umum, pasangan sesama jenis tersebut sudah terang-terangan berani memperlihatkan tindakan yang dianggap melanggar norma yang berlaku di masyarakat.

BACA JUGA:  Pererat Persatuan dengan Saling Berbagi

“Tidak hanya sepasang dua pasang, sudah banyak kami temukan di setiap pabrik. Ini betul-betul meresahkan! Gerakan ini juga merupakan penolakan dari masyarakat, yang mengharapkan Desa Wantilan bersih dari LGBT. Alhamdulilah didukung penuh oleh Pemdes Wantilan, Babinsa dan Bhabinkantibmas,” ungkapnya.

Sedikitnya ada 12 perusahaan yang didatangi warga, dari Pantauan Pasundan Ekspres. Sebelumnya warga melakukan longmarch dari kantor Pemdes Wantilan menuju PT Suai dan beberapa perusahaan lainnya. Rombongna mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan TNI AD.