Menilik Kampung Ciseuti Desa Jalancagak yang Dikenal Guyub

Kampung Ciseuti Desa Jalancagak
BIKIN BANGGA: Bupati Subang Kang Jimat melihat apotek dan warung hidup, saat berkunjung ke Kampung Ciseuti Desa Jalancagak. INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES

Warga Berkebun dan Ternak di Pekarangan Rumah

SUBANG-Budaya guyub atau sudah sangat melekat pada warga kampung Ciseuti Desa Jalancagak. Tidak diketahui tepatnya sejak kapan warga kampung Ciseuti ini memiliki budaya guyub seperti yang dikenal khalayak seperti sekarang ini.

Tanpa intruksi, pekarangan rumah mereka lengkap dipenuhi tanaman obat begitu saja. Mereka menanam tanaman-tanaman yang dinilai punya manfaat dan fungsi sebagai obat herbal seperti daun siri, jahe, dan semacamnya.

Sesepuh lembur, sekaligus juga yang didaulat sebagai Ketua Kampung Tohaga Ciseuti, Adis Abeba mengungkapkan, warga Ciseuti sudah sejak dulu zaman nenek moyang sudah punya budaya memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan untuk berkebun atau tempat beternak.

Baca Juga: Desa Dukuh Kecamatan Ciasem Dapat Telor Sapapait Samamanis

“Rata-rata memang masyarakat di sini sudah punya budaya itu, pekarang rumah di sini juga terbilang cukup luas, makanya masyarakat selaian menanam tanaman yang produktif, tanaman obat, ada juuga yang beternak lele, dengan kolam terpal,” ungkapnya.

Uniknya, setiap masing-masing rumah di sana ternyata sudah punya pembeli masing-masing jika memasuki masa panen. “Ada pembelinya, datang ke sini tiap akan panen, soalnya rata-rata setiap rumah sudah punya pegangan pembeli masing-masing, bandar masing-masing lah begitu,” tambahnya.

Kampung yang unik

Dari pantauan Pasundan Ekspres, Kampung Ciseuti Jalancagak terbilang unik. Jika di halaman rumah biasanya terdapat taman yang indah dilengkapi lampu-lampu aksesoris, di sana bahkan ada halaman rumah yang dijadikan kebun jagung.

Kepala Desa Jalancagak Indra Jaenal Alim menyebut akibat kekompakan warga desanya, sampai-sampai Desa Jalancagak didaulat sebagai Kampung Iklim, oleh Kementrian Lingkungan Hidup.

Hampir 90 persen di halaman rumah warganya, sudah mempunyai warung dan apotek hidup. “Alhamdulillah, dengan itu desa kami mengikuti kampung iklim tingkat nasional,” ungkapnya.

Bahkan Bupati subang. H. Ruhimat belum lama ini mendaulat Kampung Ciseuti sebagai kampung percontohan, dengan dijadikannya sebagai Kampung Sapapait Samamanis.

Diharapkan, mampu menjadi pionir untuk dicontoh kampung-kampung yang lain. Menurut Ruhimat, Kampung Ciseuti selain mampu mandiri secara ekonomi, secara ketahanan panganpun Kampung Ciseuti bisa diandalkan.

“Secara ekonomi hampir setiap rumah punya pemasukan dari ternak dan kebun di halaman rumahnya. Begitu juga dengan ketahanan pangannya. Saya yakin jika semua kampung di subang seperti ini, Subang akan semakin Jawara,” ungkapnya saat berkunjung ke Kampung Ciseuti beberapa waktu lalu.

Budaya Gotong royong merupakan warisan dari nenek moyang bangsa Indonesia, yang sejak dulu kala sudah menjadi bagian dalam kehidupan bermasyarakat. Kendati banyak kalangan yang menyebut indonesia darurat gotong royong, buktinya tidak, di Subang masih ada.(idr/vry)