Minimalisir Kecelakaan, Dishub Kaji Jalur Blackspot

ATUR JALUR: Petugas Dishub saat mengatur jalur lalulintas kendaraan di Jalur rawan kecelakaan. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Dalam waktu dekat, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Subang akan melakukan kajian potensi kecelakaan lalulintas. Hal itu menyusul banyak kejadian kecelakaan tunggal yang melibatkan kendaraan besar bertonase, terutama di jalur Selatan Subang.

Kepala Seksi Bimbingan Keselamatan Penanggulangan Kecelakaan Lalulintas Dinas Perhubungan Kabupaten Subang, Subhan Dradjat mengatakan kajian itu untuk mencari dan menemukan jalur blackspot yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan lalulintas.

ehingga, nantinya bisa merumuskan potensi kecelakaan dan untuk mencari solusi penanggulangannya. “Di wilayah Selatan Kabupaten Subang ada Blackspot seperti contoh di turunan Abah Tanjungwangi, turunan menikung Nalendra dan masih banyak lagi. Kajian Blackspot ini untuk merumuskan langkah kebijakan seperti apa yang akan diambil Pemerintah daerah untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan,” katanya.

Dia menjelaskan jalur Blackspot merupakan jalur yang memiliki kontur dan kondisi jalan bergelombang, menurun, menukik dan menanjak. Sehingga ada perhatian serius para pengendara yang melintasi jalur tersebut. “Di jalur seperti itu riskan terjadi kecelakaan, terutama pengendara yang mengemudikan kendaraan besar dan bertonase melebihi kapasitas,” ujarnya.

Dia menyebut banyak faktor penyebab kecelakaan tunggal seperti faktor kendaraan, faktor pengendara dan faktor median jalan. “Potensi-potensi terjadi kecelakaan pasti ada. Jika melihat dari beberapa faktor tadi. Apalagi ada sekitar 200 an kendaraan angkutan barang yang melintasi di Kabupaten Subang stiap harinya,” ungkapnya.

Dia menjelaskan pada kajian itu Dinas Perhubungan akan bekerjasama dengan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan pihak lainya.

Salah seorang Sopir Truk Mamat R (45) mengatakan kondisi jalan di Kabupaten Subang khususnya di wilayah Selatan sangat menantang adrenaline. Pasalnya, jalur selatan memiliki median yang cukup berbahaya bagi kendaraan bertonase besar.

“Jika tidak sigap dengan kendaraan yang prima, maka bisa terjadi kecelakaan. Seperti sopir yang mengemudikan truk di wilayah Cijambe beberapa waktu yang lalu hingga kendaraan nya terbalik” ujarnya.(ygo/sep)