Minta Bantuan Pemda, Nelayan Pantura Masuk Jeratan Bank Emok

Nelayan Blanakan
YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES MELAUT: Aktivitas nelayan di Pantura setelah melaut. Banyak nelayan yang berurusan dengan bank emok.

SUBANG-Nelayan mengharapkan bantuan keuangan dari pemerintah daerah. Mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup  harus berurusan dengan bank emok, akibat aktivitas melaut kurang stabil.

Nelayan Blanakan Warjiman (46) mengaku terpaksa meminjam uang terlebih dahulu. Dia akan membayar hutang ketika mulai melaut.

Dia mengatakan, hanya memiliki kapal ukuran di bawah 5 GT (groos ton). Kapal itu tak mampu untuk melaut saat cuaca buruk, terlebih saat ini memasuki musim hujan.

“Kalau cuaca sudah baik melaut lagi, buat bayar hutang pinjaman,” katanya kepada Pasundan Ekspres.

Karsani (48) mengatakan, meminjam uang dulu baru melaut merupakan budaya nelayan. “Ya ada yang bayar per hari Rp5000. Ada yang perbulan, ga tentu pinjamannya,” katanya.

Ketua Persatuan Nelayan Tradisional Indonesia (PNTI) Kabupaten Subang Ali Haerudin mengatakan, Pemda Subang harusnya hadir menjawab keluhan para nelayan. Kesulitan nelayan untuk mendapatkan dana harus diperhatikan oleh pemda.

“Kami minta pemerintah daerah memperhatikan nasib para nelayan,” ujarnya.