Misteri Km 113 Tol Cipali Disebut Angker Karena Sering Terjadi Kecelakan, Ini Penjelasan Pengelola Jalan tol

Misteri Km 113 Tol Cipali Disebut Angker Karena Sering Terjadi Kecelakan, Ini Penjelasan Pengelola Jalan tol
YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES LURUS: Jalur Tol Cipali kilometer 113 yang sering terjadi kecelakaan menjadi titik lelah pengendara.
0 Komentar

SUBANG-Jalan Tol Cikopo – Palimanan (Cipali) yang memiliki panjang 116.75 kilometer, terbentang melewati lima Kabupaten yaitu Purwakarta, Subang, Indramayu, Majalengka dan Cirebon. Tol Cipali juga diklaim sebagai jalan tol ke empat terpanjang di Indonesia, yang memilki kontur relatif lurus sehingga membuat para pengendara yang melintas menjadi bosan dan cepat lelah.

Ada salah satu kilometer yang menjadi sorotan bagi para pengendara dan juga masyarakat Kabupaten Subang, yaitu kilometer 113. Kecelakaan demi kecelakaan sering kali terjadi di titik tersebut.

Warga Cibogo  Adih Suradih (40) mengatakan, kabar mengenai Kilometer 113 yang angker bukan hal yang baru lagi. Semenjak seringnya terjadi kecelakaan di titik tersebut, masyarakat sering menyangka itu karena jalan tersebut ada nuansa mistisnya. “Kalau ada kecelakaan pasti dikaitkan dengan unsur mistis,” ujarnya.

Baca Juga:Gangguan, Sebagian Wilayah di Kabupaten Subang Mati ListrikTak Kunjung Ditemui Bupati, Buruh Subang Kembali Unjuk Rasa

Pengendara tol Cipali Dadang Sutisna (51) mengaku ketika memacu kendaraannya di kilometer tersebut serasa mengantuk, bahkan terkadang bulu kuduknya merinding ketika berkendara di malam hari. “Mungkin karena banyak kecelakaan yang terjadi di kilometer 113, jadi kalau melintas di sana jadi merinding,” katanya.

Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan Astra Tol Cipali Theresia Dyah mengatakan, mengenai kilometer 113 Tol Cipali, jalur tersebut relatif lurus dan panjang. Maka membuat para pengendara menjadi bosan dan lelah. Terlebih di kilometer tersebut, merupakan puncak lelahnya pengendara ketika melintas. “Jika diamati, itu titik lelah terlebih kondisi lalu lintas biasaya tidak terlalu padat,” ujarnya.

Dijelaskan Theresia, dikarenakan jalur jalan tidak terlalu padat, maka pengendara yang ingin cepat sampai memacu kendaraannya melebihi batas kecepatan hingga melebihi maksimal 100 kilometer per jam. Berdasarkan kajian Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), jalan Tol Cipali dengan karakteristik jalan tol yang lurus berada di tengah jalan tol trans jawa, memiliki faktor reaksi manusia yang berdampak pada kecelakaan. “Risiko lelah pada pengemudi dan tingginya GAP kecepatan dengan kondisi tersebut,” ungkapnya.

Sebagai pengelola jalan, Astra Tol Cipali, mempunyai concern terhadap keselamatan berkendara para pengguna jalan. Astra Tol Cipali melengkapi dengan fasilitas keamanan dan juga marka keselamatan yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Secara rutin juga dilakukan kampanye keselamatan, agar penggunna jalan dapat merasakan kelancaran, keamanaan dan kenyamanan saat berkendara di jalan Tol Cipali.

0 Komentar