Mobil Terpental, Hanafi Rais Kecelakaan di Tol Cipali

YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES RISEK: Mobil Hanafi Rais ringsek setelah terlibat kecelakaan di Tol Cipali.

SUBANG-Putra pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, Hanafi Rais mengalami kecelakaan di Tol Cipali. Hanafi Raais erlibat kecelakaan di Tol Cipali, dikarenakan mobil yang dikendarainya ditabrak dari belakang.

Perwira unit  PJR tol Cipali Iptu Karyana mengatakan, kejadian yang terjadi dikarenakan mobil Toyota Alphard warna putih dengan nomor polisi B 1612 WMV yang didalamnya adalah Hanafi Rais anak dari Amien Rais. Mobil melaju dari arah Cirebon menuju Jakarta, ketika berada di titik kilometer 112.900 Jalur B tol Cipali sekitar jam 02.22 WIB  dihantam dari belakang oleh Minibus yang belum diketahui identitasnya. “Ditabrak oleh minibus dari belakang. Hanafi Rais berada di kursi penumpang, karena kendaraannya disupiri oleh Ferdian,” ujarnya.

Dijelaskan Karyana, ketika ditabrak dari belakang, kendaraan yang didalamnya Hanafi Rais terpental dan menabrak kendaraan truk yang berada di depannya. Akibat kecelakaan tersebut, Hanafi mengalami luka berat, sedangkan Ferdian mengalami luka ringan dan di bawa ke Rumah Sakit Thamrin Purwakarta untuk ditangani lebih lanjut. “Kendaraan kita bawa ke PJR karena kondisi ringsek depan dan belakang. Kecelakaan tersebut sedang diselidiki pihak kepolisian dikarenakan kendaraan yang menabrak mobil Hanafi Rais melarikan diri,” katanya.

Jalan Lurus Bikin Ngantuk

Jalur jalan Tol Cipali (Cikopo-Palimanan) membentang sepanjang 116 kilometer dan diresmikan pada tahun 2015 yang lalu. Meski banyak rest area yang disiapkan, para pengendara seakaan enggan untuk beristirahat. Padahal untuk mengemudi di jalur jalan tersebut akan membuat mengantuk.

Warga Subang Dediyana (41) yang sering berkendara di Tol Cipali, mengungkapkan, jalurnya datar, panjang dan lurus serasa membuat pengendara keenakan dan lupa dengan kecepatan kendaraannya. “Saya sering begitu, kita merasa sih pelan, tapi tahunya kecepatan sudah di angka 120 Km/jam, mungkin karena jalannya datar dan lurus,” ungkapnya.

Pengendara lainnya, Wahyu (37) mengatakan, berkendara di Tol Cipali sering ada sensasi mengantuk yang tinggi. Mungkin karena pandangan yang luas dan pemandangan dengan pepohonan. Jadi serasa mengantuk ini sering dialami berkali-kali ketika berkendara. “Makanya saya sering siapkan permen kopi tiap menggunakan Tol Cipali,” katanya.

Kecelakaan karena Human Error

General Manager Operasional Astra Tol Cipali Suyitno mengatakan, kecelakaan yang terjadi di Tol Cipali kebanayakan didominasi oleh human error. Pihaknya sering melakukan edukasi dan imbauan kepada para pengendara agar selalu memperhatikan kondisi badan dan juga kendaran ketika berkendara. “Jalannya relatif lurus. Jadinya terkadang pengendara berkendara dengan kecepatan tinggi,” katanya.

Dijelaskan Suyitno, untuk menekan angka kecelakaan di Tol Cipali pihaknya juga sering menggelar Speed Gun, guna mengecek kecepatan kendaraan yang melintas di Tol Cipali dengan pihak Kepolisian. “Batas minimal 60 Km/jam, batas maksimalnya 100 Km/jam,” tandasnya.(ygo/vry)