Niko Rinaldo Gagas Rumah Perubahan Pantura

Niko Rinaldo, Caleg DPRD Kabupaten Subang dari Partai PDI Perjuangan.

PAMANUKAN-Caleg DPRD Kabupaten Subang dari Partai PDI Perjuangan Niko Rinaldo menggagas Rumah Perubahan Pantura. Ia menyebut latar belakang adanya Rumah Perubahan sendiri merupakan keresahan dari minimnya, ruang untuk mewadahi aspirasi anak muda serta masyarakat di Pantura. Hal itu dilontarkannya saat ditemui Pasundan Ekspres, kemarin (25/11).

Niko menyebut, Rumah Perubahan diinisiasi hasil dari pertemuanya dengan beragai lapisan masyarakat, komunitas, anak-anak muda di Pantura, serta mahasiswa asal Pantura dari berbagai kota, saat berdiskusi bersama dirinya.

“Setelah banyak bertemu dan berdiskusi, keluhannya hampir sama, saya tarik latar belakangnya untuk mewadahi aspirasi ini. Rumah perubahan itu sebuah nama, tapi tentu didalamnya ada banyak gagasan ada banyak tujuan,” jelas Niko.

Niko menjelaskan, Rumah Perubahan bisa berfungsi dalam tiga hal yakni, sebagai wadah aspirasi, pemberdayaan komunitas serta peningkatan sumber daya manusia di wilayah Pantura Subang.

“Rumah perubahan ini merupakan mimpi jangka panjang, yang ingin dikerjakan mulai saat ini untuk Pantura. Makanya sejalan dengan jargon Pantura Bangkit melalui Rumah Perubahan ini, nantinya bisa dikerjakan oleh perorangan ataupun komunitas,” tambahnya.

Misalnya ia menyebut wadah aspirasi ini bisa digunakan untuk menyampaikan keluhan atau komplain, sarana diskusi serta melakukan serangkain kegiatan. “Selama ini kalau ada masalah kadang kita bingung, mau menyampaikan lewat mana, nah lewat Rumah Perubahan ini, merupakan upaya untuk memudahkan dan mendekatkan jarak, jika ada keluhan yang ingin disampaikan pada wakil rakyat. Selain itu kegiatan diskusi untuk melakukan sebuah perubahan ke arah lebih baik di Pantura,” terangnya.

Selain itu, melalui Rumah Perubahan juga bisa dilaksanakan dalam memberdayakan komunitas. Melalui jejaring komunitas yang bergabung, kegiatan kepemimpinan, sosial charity dan ekonomi bisa dilakukan.

“Komunitas juga perlu untuk diberikan pengetahuan mengenai leadership, tidak hanya ruang untuk nongkrong atau ngopi. Bahkan melalui Rumah Perubahan ini, kegiatan berbasis sosial dan ekonomi bisa dilakukan, baik yang bersifat aspirasi atau program pemerintah,” tukas Niko.

Menurutnya Rumah Perubahan Pantura sendiri, akan menjadi milik bersama. Sebab, Rumah Perubahan merupakan komitmen politik dirinya, menuju kursi DPRD Kabupaten Subang.

Melalui Rumah Perubahan inipun, ia akan mejunjung tinggi tranparansi dan membuka akses yang selebar-lebarnya bagi masyarakat maupun anak muda dalam mengawasi kinerjanya bilamana terpilih.

Bahkan ia merencanakan akan menyediakan tempat untuk pusat kegiatan Rumah Perubahan, yang bisa digunakan khalayak banyak untuk menyampaikan aspirasi, berdiskusi, berwirausaha dan berbagai kegiatan sosial serta program lain.

“Jadi tidak hanya rumah aspirasi yang kadang setelah pemilihan langsung hilang. Kita rencanakan ini jadi pusat kegiatan. Jadi yang mau usaha kopi bisa buka warung kopi, atau koperasi bagi tukang becak, kalau mahasiswa mau diskusi atau menyampaikan aspirasi bisa lewat sini, intinya saya ingin transparan dan terbuka,” pungkasnya. (ygi/dan)