November-Desember Segera Normalisasi, Penanganan Banjir Jangan Tunggu 2025

Penanganan Banjir pantura

SUBANG-Musim hujan sudah mulai tiba. Rasa was-was masih menghantui warga Pantura. Pasalnya, setiap kali musim hujan puncaknya di medio Januari-Februari, banjir tahunan terjadi. Seperti yang terjadi sejak 2 tahun terakhir pada Februari 2020 dan Februari 2021. Lebih dari 15 Kecamatan dalam 2 tahun terakhir terdampak banjir.

Kini, dipenghujung tahun 2021, seakan tak ingin mengulangi kejadian, Pemerintah Kabupaten Subang dipaksa berpikir keras, di tengah keterbatasan anggaran dampak dari pandemi. Ada hal yang perlu dilaksanakan dalam penanganan banjir. Tak tinggal diam, beberapa unsur masyarakat baik muda maupun tokoh di Pantura juga terus mendorong dari berbagai tingkatan mulai Pemkab, Provinsi, serta BBWS Citarum menagih penanganan banjir. Langkah dari BBWS sendiri masih ditunggu. Belum ada kabar lanjutan untuk langkah penanganan darurat. Sebab, jika menunggu penanganan permanen atau jangka panjang itu akan selesai pada 2025 mendatang dan itupun jika sesuai target.

Pemkab Subang mengalokasikan anggaran Rp 3 miliar dari APBD perubahan tahu 2021 untuk melaksanakan normalisasi di Pantura. Unsur masyarakat Forum Masyarakat Subang Utara (Formasu) dan Pemuda Subang Utara (PSU) terus mendorong ke tingkatan provinsi Jawa Barat serta BBWS. Terbaru, Dinas SDA Jawa Barat siap menerjunkan Armada serta alat berat, untuk membantu normalisasi dan menangani tanggul yang kritis di Pantura Subang.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Subang H. Syawal menyampaikan, ada beberapa Kecamatan di Pantura yang perlu mendapatkan penanganan banjir serta normalisasi diantaranya Kecamatan Pusakanagara, Pamanukan, Legonkulon, Blanakan, Compreng dan Ciasem.

Berita berlanjut di halaman berikutnya…