Paguyuban Tani Berkah Jaya Ingin Harga Ganti Rugi Lahan Rp 500.000/m2

SERAP ASPIRASI: Anggota DPR RI Nurhasan Zaidi saat bertemu dengan Paguyuban Petani Berkah Jaya (PTBJ) yang hingga kini belum bersepakat harga ganti rugi. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

PUSAKANAGARA-Progres pembebasan tanah untuk backup area Pelabuhan Patimban terus berlangsung. Hingga saat ini Pemerintah melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) telah menggelontorkan dana sekitar Rp 200 Milyar.

Anggaran tersebut telah digunakan untuk membayar access road serta backup area. Namun hingga kini proses pembebasan sendiri masih terus dilakukan.

Disisi lain, beberapa warga yang tergabung dalam Paguyuban Tani Berkah Jaya (PTBJ) masih terus berupaya mencari solusi agar tuntutannya terkait harga lahan bisa menemui jalan terang.

Beberpa waktu yang lalu, anggota komisi V DPR RI H.Nurhasan Zaidi yang datang ke Subang berpendapat, terkait pembebasan lahan ini akan diusahakan, untuk mencari solusi yang menguntungkan dua belah pihak.

“Masalah pembebasan lahan ini masih terus berlangsung belum ada jalan keluar dari masing – masing pihak baik dari pemerintah dalam hal ini Kemenhub maupun para pemilik lahan PTBJ,” ujarnya.

Menurutnya, kalau terus dibiarkan berlarut-larut, hal ini akan berdampak pada pembangunan Pelabuhan Patimban.

“Kalau terus berlarut-larut tak ada solusi, jelas permasalahan pembebasan lahan ini akan berdampak pada target penyelesaian pembangunan Pelabuhan Patimban. Padahal tahun 2019 ini di targetkan selesai untuk tahap 1 dan berencana sudah mulai beroperasi khususnya terminal peti kemas,” kata Nurhasan Zaidi yang merupakan Wakil Rakyat dari Dapil Subang, Majalengka dan Sumedang ini.

H. Nurhasan Zaidi pun mengaku telah bertemu dengan para pemilik lahan yang tergabung dalam Paguyuban Tani Berkah Jaya(PTBJ).

” Dari pertemuannya dengan pemilik lahan, banyak aspirasi yang berhasil diserap dan siap memperjuangkan hak petani serta memfasilitasi untuk dicarikan solusi yang baik bagi kedua belah pihak,” tandasnya.

Nurhasan Zaidi berencana akan menjembatani mediasi antara Pihak Dirjen Hubla dengan Paguyuban pemilik lahan (PTBJ). Sehingga ada solusi yang bijak baik dari Kemenhub (Dirjen Hubla) maupun dari Pihak Paguyuban.

“InsyaAllah dalam waktu dekat saya akan menemui Dirjen Hubla untuk menyampaikan aspirasi masyarakat yang juga konstituen saya sendiri di dapil Subang Majalengka Sumedang” ucapnya.

Terpisah, Ketua PTBJ Arim Suhaerim mengatakan, permintaan warga yang tergabung dalam paguyuban sendiri saat ini ingin lahannya dibayar paling rendah Rp 500.000/m2.

“Kami pemilik lahan akan tetap bertahan diharga yang kami tawarkan diawal dan paling rendah harga ganti rugi yang bisa kami terima Rp.500.000/meter persegi, sebab harga di tanah saat ini di luar area pelabuhan Patimban yang sudah dibeli pihak swasta dihargai Rp.650.000 – 700.000/meter persegi,” pungkasnya.(ygi/dan)