PD BPR Raih Dua Penghargaan Tingkat Nasional

PD BPR Subang menerima penghargaan dari Economic, sebagai 1st- The Best Indonesia GCG Implementation category Rural Bank (PD) Company.

PD BPR Subang meraih dua penghargaan tingkat nasioanal pada bulan Agustus 2019. Prestasi yang diraih PD BPR Subang, atas penilaian kinerja keuangan dari berbagai kriteria.

LAPORAN VERRY KUSWANDI, Subang

Penghargaan yang diterima PD BPR Subang pada tahun 2019 antara lain, 1st The Best Indonesia GCG Implementation 2019, category Rural Bank (PD) company dari Majalah Economic Review, yang bekerja sama dengan Perbanas Institute, IPMI, International Business School serta Indonesia-Asia Institute, dalam acara Indonesia GCG Award V 2019 tanggal 23 Agustus 2019 di Jakarta. Kedua BPR terbaik tahun 2019 peringkat ke-9 untuk kategori BPR beraset Rp 500 miliar sampai dengan di bawah Rp 1 triliun, dari Majalah Infobank dalam acara Penganugrahan 10th Infobank BPR Award 2019 tanggal 30 Agustus 2019 di Jakarta.

BACA JUGA:  MarkPlus Conference: Ridwan Kamil Sabet Penghargaan Gubernur Entrepreneur Award dan Marketeer of The Year 2019

Direktur Utama PD BPR Subang H. Anton Abudl Rosyd bersyukur atas raihan penghargaan yang merupakan hasil kerja tim PD BPR Subang. Ada beberapa aspek acuan atau barometer PD BPR meraih penghargaan. “Penilaian kinerja keuangan perusahaan yang meliputi kriteria permodalan, kualitas asset, rentabilitas, likuiditas dan efisiensi. Kemudian, aspek implementasi Good Coorporate Governance perusahaan. Penilaian dilakukan dengan menggunakan metoda perhitungan dan analisa data yang diperoleh dari berbagai sumber dan data yang dipublikasikan,” paparnya.

Penerapan strategi manajemen untuk menjalankan program yang berkaitan dalam penghargaan tersebut, H Anton memaparkan, manajemen secara konsisten melaksanakan kegiatan usahanya dengan berpedoman pada prinsip-prinsip Good Coorporate Governance (GCG). Menjaga agar BPR selalu dalam kondisi sehat untuk jangka panjang. “Melalui, pertama strategi pengelolaan BPR yang baik. Kedua, pengelolaan asset secara maksimal dan terjaga baik. Ketiga, meningkatkan produktivitas kerja. Keempat, produk, jasa dan proses yang inovatif yang mengikuti perkembangan dan kebutuhan masyarakat. Kelima, meningkatkan dan menjaga reputasi yang baik di mata nasabah,” paparnya.

BACA JUGA:  Fata Faridulhisan: Keluarga sebagai Pengembangan Sumberdaya