PDP Pagaden Barat Meninggal Dunia Belum Di-SWAB, Didiagnosa DBD

SUBANG-Pasien Dalam Pengawasan (PDP) asal Pagaden Barat yang meninggal Selasa (14/4) di RSUD Subang diagnosa penyakit demam berdarah (DBD). Dia merupakan mahasiswa yang kuliah di Malang. Mulai dirawat di RSUD Subang pada Sabtu malam (11/4).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Nunung Syuhaeri mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium mengarah ke DBD. Selama dirawat pasien dalam kondisi tidak sadar. Meskipun begitu, pasien dilakukan pemeriksaan rapid tes dengan hasil negatif.

“Selama dua hari dirawat di ruang isolasi khusus IGD. Kemudian hari Senin malam dipindahkan ke ruang Tulip tapi pasien masih dalam keadaan tidak sadar,” ujarnya, Rabu (15/4) di Kantor Bupati.

Berdasarkan pengakuan keluarga, kata dia, pasien sempat kontak dengan temannya yang positif. Namun tidak tahu apakah positif berdasarkan rapid tes ataupun swab.

“Atas dasar pemeriksaan dokter dan keterangan tambahan (keluarga), pasien akhirnya pada Selasa siang dipindahkan ke ruang isolasi khusus Covid-19,” ujarnya.

Saat dirawat di ruang isolasi tersebut pasien belum sempat dilakukan pemeriksaan swab. Tak lama kemudian pasien meninggal dunia.
Pemakaman dilakukan berdasarkan prosedur penanganan pasien Covid-19.

Sedangkan PDP, total RSUD Subang sudah merawat 17 orang. Sudah selesai perawatan 13 orang, masih dalam perawatan 2 orang, dan meninggal 2 orang.

“Sedangkan ODP sejak awal ada sekitar 4360 orang, sudah selesai pemantauan 3163 orang, masih dalam pemantauan sampai jam 11 tadi, 1197 Orang,” pungkasnya.(ysp/idr/ded)