Pedagang Kuliner Keluhkan Omset

LESU: Pedagang asal Pamanukan Empal Tisna saat melayani pembeli ditengah situas pandemic Covid-19. Penjual menurun 50 persen. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

PAMANUKAN– Bahan baku sulit didapat serta kondisi Pandemik Korona, omset sate empal dan di wilayah Pamanukan mengalami penuruan.
Pedagang Sate Empal Prapatan Pamanukan Tisna menyebutkan, saat ini untuk mencari stok daging terbilang sulit. Termasuk di Jakarta pun tempat mencari stok daging juga kesulitan.

“Stop yang di Jakarta kan sekarang sulit dan tidak bisa lagi mengirim ke sini,” kata Tisna.
Saat ini untuk mencari daging sapi pun pihaknya harus berusaha mencari daging termasuk ke wilayah Cikampek, Karawang. “Agak susah soalnya inikan pakai dagingnya sapi impor Australia, sekarang juga kan sulit impor,” bebernya.

Dirinya menyampaikan biasanya stok daging habis dalam satu hari, namun sekarang bisa habis dalam tiga hari, “Pembeli menurun atau kalau kita bikin banyak juga kadang tidak habis,” katanya.

Saat ini, omset perhari sate empal berkurang hingga 50 persen. Biasanya perhari omset bisa mencapai Rp2.5 Juta hingga Rp3 Juta. Namun dalam kondisi ini omset hanya berkisar di antara Rp1 sampai Rp1,5 juta.

Diungkapkanya, sepinya pengunjung telah dirasakan sejak dua minggu terakhir. Akibat virus Corona ini juga tak hanya berdampak pada beberapa bahan lain seperti bawang, cabai yang harganya beranjak naik.

“Bawang lumayan harganya sama cabai juga, naiknya lumayan tinggi,” imbuh Tisna.
Ia sendiri berharap, agar kondisi pandemic Corona ini berakhir. Sebab, ia juga bukan tak sadar resiko terhadap kondisi sulit seperti ini namun mengharuskan nya tetap berjualan. “Ya ini untuk penghasilan sehari-hari, belum lagi untuk bayar pekerja,” tuturnya. (ygi/ded)