Pejabat Publik Rentan Terpapar Covid-19, 16 Anggota Hipmi Subang Isolasi Diri

SUBANG-Pejabat publik rentan terkena Covid-19. Terbaru, Bupati Karawang Cellica terkonfirmasi positif Covid-19 usai melakukan tes secara mandiri.

Sebagai antisipasi dan untuk mengetahui apakah pejabat di Subang negatif atau positif Covid-19, Bupati, Wabup dan pejabat di lingkungan Pemda Subang akan segera melakukan tes Covid-19. “Pimpinan kami akan diperiksa tes Covid-19 menunggu dari Dinkes, karena alatnya belum datang dan terbatas,” ungkap Kabag Protokol, Dokumentasi dan Komunikasi Pimpinan Pemda Subang, Euis Hartini kepada Pasundan Ekspres, Rabu (25/3).

Dia mengatakan, penting sekali para pejabat di lingkungan Pemda Subang melakukan tes Covid-19. Sebab Bupati Karawang, Wakil Wali Kota Bandung sudah terinefeksi Covid-19.

“Sudah ada bukti nyata yang terjadi di saat adanya Covid-19, pimpinan daerah yang sudah terinfeksi seperti Bupati Karawang, Wakil Wali Kota Bandung,” ujarnya.

Dia mengatakan, agar pejabat di lingkungan Pemda Subang terhindar dari Covid-19 sejumlah agenda kerja dikurangi, terutama yang melibatkan banyak orang. “Agenda sangat banyak yang dikurangi,” kata Euis.

Dia menuturkan, Bupati, Wabup, Sekda dan pejabat lainnya untuk sementara ini akan mengurangi kunjungan kerja ke kecamatan maupun ke desa. Kegiatan ke luar akan dikurangi. “Kalau urusannya begitu penting kepala desa bisa saja ditelpon,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Nunung Syuhaeri mengatakan, pejabat publik di Subang akan dilakukan rapid test Covid-19. Pejabat publik rentan karena sering berinteraksi dengan banyak orang.

“Kita akan menyiapkan sebanyak 1.000 rapid test, akan digunakan seperti ke pejabat dan masyarakat,” ungkapnya saat memberikan keterangan pers, Selasa (24/3).

Sementara itu, 16 orang pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Subang yang hadir dalam Musda Jabar di Karawang. Mereka kini mengosilasi diri sendiri setelah Bupati Karawang Cellica diketahui positif Covid 19.

Bupati Karawang hadir dalam acara Musda HIPMI tersebut. Gubernur Jawa Barat telah menghimbau kepada semua yang hadir dalam acara tersebut untuk melapor ke dinas kesehatan kabupaten/kota setempat.

Ketua BPC HIPMI Subang, Rikzi Nugraha Alhakim mengatakan, sudah melakukan menyampaikan hal tersebut kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Subang. “Sudah,” kata Rikzi melalui sambungan telepon kepada Pasundan Ekspres ketika ditanya apakah sudah melakukan komunikasi dengan dinas kesehatan, Rabu (25/3).

Dia menuturkan, belum sinkron arahan Gubernur Jawa Barat dengan kondisi di daerah untuk melaksanakan rapid tes Covid-19. Gubernur telah meminta agar melakukan rapid tes Covid-19. Sementara saat ini di Subang belum ada alat untuk tes tersebut. “Sepertinya baru minggu depan tersedia alat,” katanya.

Dia mengatakan, BPC HIPMI Subang menunggu intruksi dari Pemda Subang untuk melakukan rapid tes. “Dari BPC HIPMI Subang akan menunggu instruksi dari Pemda untuk dites jika alat uji tesnya sudah ada,” ujarnya.

Dia mengatakan, telah menanyakan kepada 16 orang secara langsung mengenai kondisi kesehatannya. Sebanyak 16 orang tersebut tidak ditemukan gejala-gejala yang mengarah pada positif Covid-19. “Saya tanya satu-satu kepada masing-masing peserta utusan dari Subang tidak ada yang terpapar,” ujarnya.

Saat ini, kata dia, setelah melakukan konsultasi dengan dinas kesehatan sebanyak 16 orang itu diharuskan untuk mengisolasi diri. “Setelah konsultasi, kita diharuskan isolasi diri saja. Begitu ada arahan Pemda, kita siap mengikutinya (rapid tes covid-19, red),” ungkapnya.

Dia menghimbau kepada pengurus dan anggota HIPMI Subang untuk berdiam diri di rumah ketika tidak ada keperluan yang mendesak. Selain itu mengajak untuk menjaga daya tahan tubuh, mengikuti perkembangan Covid-19 dengan kepala dingin (jangan stress), bahu membahu menguatkan menghindari kepanikan yang terus membesar dan meluas. “Juga perbanyak ibadah dan doa di rumah,” katanya.

Pengurus HIPMI Subang, Ahmad Sulaeman yang ikut dalam Musda Jabar di Karawang mengaku pernah sakit tenggorokan selama tiga hari usai ikut kegiatan tersebut. “Kalau gejala sakit pernah, sakit tenggorokan. Tapi cuma tiga, terus udah sembuh lagi,” ujarnya.
Dia mengatakan, tidak ada sakit yang dirasakan lagi selain sakit tenggorokan. “Itu juga sudah lama, mungkin setelah 10 harian pulang musda,” katanya.

Ahmad mengatakan, tindakan yang dilakukannya saat ini yakni mengisolasi diri. “Paling self isolation,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, sementara ini belum ada peserta musda selain tamu undangan yang terindikasi covid-19.

Dia mengatakan, kalau seandainya ada komentar ada beberapa tamu undangan yang terindikasi positif covid-19, disitu juga hadir Gubernur dan Dewan Pembina Bahlil Lahdaila, tapi setelah menjalani tes mereka negatif covid-19.

“Jadi bisa disimpulkan juga kemungkinan Bupati Karawang dan juga tamu undangan yang terinfeksi covid-19 kemungkinan tidak terinfeksi saat acara musda karna dari Hipmi sendiri acara musda sudah dikordinasi dan legal,” jelasnya.

Dia menambahkan, tidak bisa diasumsikan Bupati Karawang dan Yana Mulyana Wakil Walikota Bandung positif Covid-19 di acara Musda HIPMI di Karawang. “Karena setelah acara Musda Hipmi, mereka masih menghadiri beberapa kegiatan terutama Bupati Karawang. Beliau ada tiga acara yg melibatkan orang banyak di tanggal yang berbeda,” katanya.

Begitu pula para Kepala Dinas Jabar dan Karawang yang terpapar Covid-19. Mereka para pejabat publik yang memiliki acara masing-masing dan tentunya bertemu dgn banyak orang.

Bahkan Gubernur RK dan Menteri Bahlil Lahadalia, kata dia, yag berinteraksi langsung dengan Bupati Cellica dan Wawali Yana Mulyana pada saat Musda Hipmi Jabar, setelah ditest negatif Covid-19. “Maka dapat diasumsikan bahwa para pejabat yg positif Covid-19 itu bukan dari acara Musda Hipmi Jabar. Karena para anggota Hipmi sendiri sampai saat ini belum ada laporan terjangkit/positive Covid-19,” pungkasnya.

1. Wali Kota Bogor Bima Arya
Dinyatakan Positif COVID-19: 20 Maret 2020

Riwayat
26 Februari ikuti seminar di Gereja GPIB, Bogor
6-7 Maret Kunjungan ke Sukabumi
9-15 Maret lawatan ke Turki dan Azerbaijan
Dugaan: tertular saat lawatan ke luar negeri

2. Wakil Wali Kota Bandung
Dinyatakan positif COVID-19: 23 Maret 2020

Riwayat
27 Februari berkunjung ke Stadion GBLA
12 Maret berkunjung ke Gedung Safety Center

3. Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana
Dinyatakan Positif COVID-19: Selasa 24 Maret 2020

Riwayat
9 Maret menghadiri Musda HIPMI di Karawang
11 Maret peletakan batu pertama Pasar Induk Cikampek
12 Maret menghadiri seminar Guru Dahsyat
14 Maret menghadiri ulah tahun PKK
15 Maret menghadiri Kongres Partai Demokrat
20 Maret memberikan sambutan di hadapan para Kades
Dugaan: tertular saat hadiri Musda HIPMI. (ysp/vry)