Pelabuhan Patimban Jangan Nanggung

PELABUHAN PATIMBAN: Anggota Komis V DPR RI Bambang Haryo Soekartono bersama rombongan, didampingi Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Ir Sugiyartono, saat meninjau pembangunan Pelabuhan Patimban. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

Akan Gantikan Pelabuhan Tj.Priuk

PUSAKANAGARA– Anggota Komisi V DPR RI meminta pemerintah untuk tidak tanggung-tanggung, dalam rencana Pembangunan Pelabuhan Patimban di Kecamatan Pusakanagara, Kabupaten Subang. Hal itu disampaikan Bambang Haryo Soekartono, saat meninjau lokasi pembangunan akses jalan menuju Pelabuhan Patimban, Jumat (21/9)

Saat mendengar penjelasan dari Dirjen Bina Marga kementrian PUPR Ir Sugiyartono, mengenai design dan rencanan pembangunan akses jalan yang akan dimulai akhir September ini, Bambang Haryo sempat menanyakan mengenai adanya tekukan atau belokan serta jalan melingkar menuju Pelabuhan Patimban.

“Itu ada tekukan, kontainer itu lebarnya 7 meter, jadi kalau tekukan disitu, persimpangan disitu, akan terjadi akan terjadi bottle neck, gimana mau menggantikan priuk,” kata Politisi Partai Gerindra ini.

Menurut Bambang, jika Pelabuhan sudah terbangun, truck container yang akan masuk jumlahnya bisa mencapai ribuan. “Satu kapal itu bisa 500 kontainer masuk kesitu, apa ga stagnan nanti,” tambahnya.

Ia menambahkan, untuk satu kapal besar yang bisa membuat ribuan truk, diperlukan akses jalan yang baik dan tidak nanggung. Sebab, Pelabuhan Patimban ini, digadang-gadang akan menggantikan Pelabuhan Tanjung Priuk di masa mendatang. “Katanya mau gantiin priuk, masuknya itu new port loh, kalau gitu jangan nanggung-nanggung,” jelasnya.

Ia beralasan, dirinya tidak ingin kejadian seperti pada pembangunan Bandara Kertajati, terjadi pada pembangunan pelabuhan Patimban. Bambang tidak menghendaki, jika tanah subur penghasil pertanian pangan utama di negeri ini, dipergunakan untuk pembangunan infrastruktur namun tidak maksimal.

“Ini, tanahnya ini yang tersubur di dunia, Jadi jangan nanggung. Sayang tanah yang demikian subur dipakai untuk infrasturktur tapi infrastruktur nya tidak bermanfaat,” imbuhnya.

Untuk itu ia berharap pembangunan infrastruktur akses jalan harus menjadi perhatian dari sisi keamanan, kekuatan serta bentuk agar mobil-mobil container bis lancar melewati akses jalan tersebut.

Menanggapi hal itu, Dirjen Bina Marga Kementrian PUPR Ir Sugiyartono mengungkapkan, bahwa saat ini pembebasan lahan untuk pembangunan jalan, yang akan dilakukan oleh Kementrian PUPR sudah mencapai progress, telah dibebaskan dengan 30 meter dari yang direncanakan 60 meter.

Menurutnya, total pelaksanaan panjang akses jalan sendiri mencapai 8.2 KM dan yang saat ini sudah bebas dan mulai bisa digarap yakni sepanjang 4,9 KM.

“Untuk 4,9 Km 6-7 bulan mungkin sudah selesai, nah sambil berjalan 4,9 itu paralel, nanti tanah lain segera diselesaikan,” terangnya.

Mengenai design akses jalan tekukan tersebut, yang sempat ditanyakan anggota Komisi V DPR RI, Sugiyartono mengatakan hal tersebut merupakan design awal. Namun jika saat pelaksanaan bisa saja terjadi perubahan. “Ini kan design bisa saja berubah nanti tergantung kondisi dilapangan,” ucapnya.

Pihak Kementrian PUPR sendiri, bersama Kontraktor PT Shimizu yang telah melaksanakan pendantangana kontrak, akan mulai melakukan pembangunan pada akhir September mendatang. Waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan akses jalan itu, diperkirakan pada akhir 2019 mendatang. (ygi/dan)