Pembangunan Bendungan Sadawarna Belum Ada Progres

BERHARAP: Petani Kabupaten Subang ingin berharap pembangunan Bendungan Sadawarna segera direalisasikan. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Para petani di Kabupaten Subang mulai mempertanyakan terkait rencana pembangunan Bendungan Sadawarna yang hingga saat ini tak kunjung ada kejelasan. Pasalnya, keberadaan bendungan itu sangat dibutuhkan untuk menampung air, apalagi ketersedian air dibutuhkan untuk mengairi lahan pertanian di musim kemarau.

Petani Subang Zulhamndi (43) meminta agar bendungan tersebut segera dibangun. Sehingga para petani tidak kesulitan pasokan air saat menghadapi musim kemarau. “Kita ingin pembangunan konstruksi bendungan segera dilakukan. Sehingga di musim kemarau seperti ini, kita tidak ada rasa khawatir kekuranga air,” ujarnya.

Ia juga berharap pembangunan Bendungan Sadawarna agar bisa dilakukan dengan secepatnya. Hal ini agar bisa mengairi sawah secara teratur. “Kabupaten Subang kan salah satu lumbung padi di Jawa Barat, maka dari itu harus ditunjang juga dengan ketersedian air nya,” ucapnya.

Camat Cibogo, Sri Novia mengatakan sejauh ini belum ada progres pembangunan Bendungan Sadawarna, meski pada November 2018 sudah ada penandatanganan antara Kementerian PUPR dengan penyedia jasa. Adapun anggaran pembangunan Bendungan tersebut sekitar Rp 1,86 triliun. “Sampai saat ini masih belum ada progres nya,” kata Sri.

Dia menjelaskan berdasarkan dokumen perencanaan BBWS, target pengadaan tanah di 2 desa Kecamatan Cibogo yaitu Desa Sadawarna 248,16 ha dengan 561 bidang tanah, Desa Cibalandong Jaya 244,23 ha dengan 916 bidang. “Di Desa Sadawarna ada tanah masyarakat sebanyak 605 bidang dengan luas 147,1052 ha. Dimana yang sudah bersertifikat hak milik 241 bidang dengan luas 71,71 ha,” ujarnya.

Selain itu kata dia, lahan garapan masyarakat diatas tanah negara ada 362 bidang dengan luas 75,39 ha. Sedangkan tanah non masyarakat 94 bidang dengan luas 136,04 ha.
Lahan PT Dahana 3 bidang dengan luas 72,37 dan PT Bakti SNP 1 bidang dengan luas 63,77 ha. Sehingga jumlah luas keseluruhan di Desa Sadawarna yang terealiasi untuk pengadaan tanah ada 283.253 ha.

Sementara untuk desa Cibalandong Jaya sesuai dengan perencanaan dari pihak BBWS Citarum akan dilaksanakan kegiatan invetarisasi dan identifikasi pada tahun 2020 ini,” ungkapnya.(ygo/sep)