Pembangunan Pelabuhan Patimban Paket 1 Dimulai, Nilai Kontrak Mencapai Rp 6,061 Triliun

PUSAKANAGARA– Pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang akan segera dimulai. Bahkan pada 10 November lalu, kegiatan syukuran dan sedekah laut telah dilakukan sebagai penanda dimulainya pembangunan pelabuhan Patimban.

Pembangunan Pelabuhan Patimban sendiri akan terbagi ke dalam 3 tahap. Untuk tahap pertama terbagi lagi ke dalam dua fase.

Sebagaimana dilansir debhub.go.id Nilai kontrak Paket 1 adalah sebesar Rp 6,061 Triliun. Adapun total rencana biaya Paket 1 yang terdiri atas 3 Paket Konstruksi dan 1 Paket Supervisi, hampir mencapai 9 triliun rupiah yang penandatangannya telah dilakukan pada Juli silam.

Deputi Project Manager Konsorsium (PP,Wika,TOA,Rinkai) Bakhtiyar Efendi mengungkapkan, bahwa pasca turunnya izin pengerjaan proyek atau SPK pihaknya akan memulai tahap persiapan kontruksi. “Masih tahap persiapan sekitar 2-3 bulan setelah itu akan dimulai permanent work,” jelasnya pada Pasundan Ekspres (8/11).

Lalu apa saja yang akan dibangun dalam tahap pertama fase 1 Pelabuhan Patimban?. Pasundan Eskpres menyodorkan design pembangunan yang telah dikonfirmasi oleh Bakhtiyar Efendi. Dalam pengerjaan Paket 1 pekerjaan yang dilakukan meliputi pembangunan Dermaga dan pengerukan kolam Pelabuhan.

Dalam pembangunan tahap pertama fase 1 Pelabuhan Patimban akan memiliki terminal peti kemas 430 x 300 meter dari total panjang Dermaga 4.320 meter.

Sedangkan lapangan peti kemas memiliki luas 35 hektar dengan kapasitas 250.000 TEUs dari total 3,75 TEUs.
Lalu, dalam pembangunan fase I ini, terminal kendaraan juga mampu menampung hingga 218.000 unit mobil Completely Build Up (CBU) dari total 600.000 CBU.

Serta membangun Kedalaman Alur dan Kolam -10 mean low water springs (mLWS) untuk alur masuk kapal.

Project Director Konsorsium PTRPW Toshihiko Tamaki mengungkapkan, pengerjaan yang dilakukan dalam paket 1 sesuai kontrak akan dilakukan selama 25 bulan. Diapun menyebut pada pembangunan paket satu ini akan dilakukan proses reklamasi.

Dalam beberapa kali wawancara dengan Toshihiko Tamaki serta sebagaimana terpampang dalam situs perusahaan Penta Ocean, diantaranya pengerukan atau Dredging -10 m (3,500,000 m3), Reklamasi 64,6 hektare container & car terminal, Soil Improvement diantaranya CDM (Cemen Deep Mixing Method) Qty: Approx 41,000 nos serta CPM (Cement Pipe Mixing Method) 60 hektare, Pavement, Building Work, Sewer and Storm Water Drainage.

Tamaki menyebut karena struktur tanah di Patimban ini termasuk lunak dan sering turun, maka dari itu akan dilakukan proses dredging serta dilakukan Soil Improvement CDM (Cemen Deep Mixing Method).

“Semuanya itu reklamasi ya, tapi itu disana tanahnya kurang enak ya, kurang bagus, jadi terutama kita dredging dulu, juga ada namanya cement mixing,” ucap Tamaki ketika diwawancara.

Metode CDM sendiri dilakukan dengan menggunakan bubur solidifier semen-base, yang kemudian diaduk dan dicampur dengan tanah lunak oleh peralatan pencampuran perawatan, untuk meningkatkan kekuatan tanah lunak ke tingkat yang ditentukan dalam posisi alaminya atau yang dikehendaki.

Sebetulnya dalam tahap pertama fase 1 ini juga dilakukan pembebasan lahan untuk backup area seluas 356 hektare, serta untuk kebutuhan akses jalan seluas 15 hektare. Saat ini progres pembebasan lahan sendiri masih terus berlangsung.

Selain itu, pengerjaan akses jalan yang pelaksanaanya dibawah tanggung jawab Kementerian PUPR sudah mulai dilaksanakan. Rencananya sesuai target akses jalan menuju Pelabuhan Patimban sepanjang 8,2 KM ini akan selesai pada akhir tahun 2019. (ygi)

Terminal Peti Kemas 420 m x 300 m (13 hektare) dari total panjang dermaga 4320 m
Lapangan Peti Kemas 35 hekater dengan kapasitas 250.000 TEUS dari total 3,75 Juta TEUS
Terminal Kendaraan 300 m x 250 m sekitar 9 hektare kapasitas 218.000 CBU dari total 600 ribu CBU
Kedalaman Alur dan Kolam -10 mLWS
Sumber Design Rencana Pembangunan Pelabuhan Patimban Kemenhub

Dredging -10 m 3,500,000 m3
Reklamasi 64,6 hektare container & car terminal
Soil Improvement
CDM (Cemen Deep Mixing Method) Qty: Approx 41,000 nos serta CPM (Cement Pipe Mixing Method) 60 hektare
Pavement Building Work Sewer and Storm Water Drainage.

Situs : penta-ocean.co.jp