Pemerintah Kecamatan Pusakanagara Giliran Jamin Ketersediaan Air untuk Pertanian

Pusakanagara
MENINJAU: Camat Pusakanagara bersama staf, Kepala Desa Rancadaka dan mitra air saat meninjau kondisi air di Pnk 14 Desa Rancadaka. YOGI MIFTAHUL FAHMI/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Pemerintah Kecamatan Pusakanagara bersama para Kepala Desa terus menjalin sinergitas dengan Sub-Seksi Sungai dan Irigasi Pusakanagara Seksi Patrol, dalam menjamin ketersediaan air untuk lahan pertanian. Apalagi saat ini, sistem giliran dengan 3 ruas alami perubahan dengan pola 3-4-4.

Camat Pusakanagara, Drs Muhamad Rudi menyebut setelah digelar rapat bersama dengan Pengairan Pusakanagara, Kepala Desa, Mitra Air, UPTD Pertanian dan penyuluh di Pintu Air PnK 8, piket dan penjagaan giliran air terus dilakukan.

“Kades-kades sudah sepakat ngawal air bersama, supaya bisa sampai ke wilayah hilir dibelakang. Apalagi ada yang perlu diselamatkan padi nya,” kata Camat kepada Pasundan Ekspres, kemarin.

Baca Juga: Koramil Pusakanagara Pasang Internet Gratis, Fasilitasi Siswa Belajar Daring

Supervisor Sungai dan Irigasi Pusakanagara Oca mengatakan, saat ini pengaturan giliran air terbagi menjadi 3 ruas, yakni ruas pertama 3 x 24 Jam dari B Pnk 1 hingga Pnk 3 Sub Sekunder Pusakanagara dan Wates. Lalu untuk Ruas 2 giliran air dibagi dalam 4 x 24 jam dari PnK 4-PnK 10, Sub Sekunder Pekandangan, Curugjat, Sub Sekunder Gp 1-3 dan Sub Sekuner B.Kr 1. “Terakhir untuk sebagian besar wilayah sebrang jalan Pantura, selama 4 x 24 jam dari PnK 11- hingga PnK 17 dan beberapa Sub Sekunder lain,” jelasnya.

Kita terus berupaya agar bisa mencukupi kebutuhan persawahan

Saat ini, aliran air untuk SS Pamanukan yang mencapai 5,3 M3/detik serta mulai 11-14 giliran ruas 3 dengan waktu 4×24 jam. “Kita terus berupaya agar bisa mencukupi kebutuhan persawahan dan penyelamatan titik-titik sawah yang kering,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Mundusari Carban Ginanjar mengatakan, saat-saat ini koordinasi dan komunikasi sangat krusial dalam mengawal giliran air. Ia juga bersama Kepala Desa lain, petani dan juga mitra air tak jarang harus berjaga hingga piket malam demi kelancara pasokan air.

“Urusan air ini tidak sederhana, tapi yang terpenting air ini bisa mengairi sawah, itu saja dulu. Ini untuk masyarakat, petani, intinya itu,” ucap Carban.(ygi/sep)