Pemkab Subang Usulkan PSBB Parsial Berbasis Kecamatan dan Desa

PSBB PARSIAL: Bupati Subang, H. Ruhimat memimpin rapat Tim Gugus Tugas Percepatan penanganan (TGTPP) Covid-19 Kabupaten Subang menanggapi hasil evaluasi PSBB se-Jawa Barat bertempat di ruang rapat Bupati Subang, Senin (18/5). YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES

SUBANG-Pemerintah Kabupaten Subang mengusulkan Kecamatan Subang dan Cipeundeuy serta sembilan desa kepada Pemprov Jabar, untuk tetap melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal tersebut diungkapkan Bupati Subang H. Ruhimat usai memimpin rapat Tim Gugus Tugas Percepatan penanganan (TGTPP) Covid-19 Kabupaten Subang terkait menanggapi hasil evaluasi PSBB se-Jawa Barat bertempat di ruang rapat Bupati Subang, Senin (18/5).

“PSBB serentak di Jawa Barat akan berakhir 19 Mei 2020, dari hasil evaluasi, Sabtu (16/5) PSBB per-Kabupaten/Kota dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Subang berada di Level 3 (Cukup Berat) Persebaran Kewaspadaan Covid-19. Direkomendasikan untuk diberlakukan PSBB secara Parsial,” jelas Bupati Subang, H. Ruhimat.

Dia mengatakan, Pemkab Subang mengusulkan pelaksanaan PSBB lanjutan secara parsial. Nantinya akan diajukan melalui pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk diteruskan ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Selain itu ada sembilan desa yang diajukan melaksanakan PSBB. Antara lain Desa Sukamandi (BB Padi) Kecamatan Ciasem, Desa Sindangsari (Kp.Limaratus) Kecamatan Kasomalang, Desa Ciater Kecamatan Ciater, Desa Kaliangsana Kecamatan Kalijati, Desa Citrajaa Kecamatan Binong, Desa Sukasari Kecamatan Sukasari, Desa Karangmulya Kecamatan Legonkulon, Desa Tanjungwangi Kecamatan Cijambe, dan Desa Simpar Kecamatan Cipunagara.

“Pengawasan migrasi penduduk akan terus dilakukan sebagai upaya pencegahan dini Covid-19,” ujarnya.

Kabupaten Subang, kata dia, saat ini berada di level 3 kategori cukup berat, dengan kondisi masih ditemukan kasus Covid-19 pada klaster tunggal. “Tindakan yang harus diambil dari segi pembatasan mobilitas adalah tetap memaksimalkan mobilitas antarprovinsi dan kabupaten/kota,” katanya.

Dari segi aktivitas, tetap membatasi aktivitas seperti pembelajaran, kantor, keagamaan, fasum, sosial budaya, dan pergerakan orang/barang). Dari segi physical/social distancing, pembatasan maksimal 10 orang. Dari segi tracing dan tes massal juga tetap dianjurkan.
Serta dari segi isolasi dan karantina mesti dilakukan pada orang dengan risiko tinggi (>70 tahun) dan orang sakit. “Pada level ini, bisa dipertimbangkan aktivitas di wilayahnya diberlakukan PSBB parsial,” ungkapnya.

Kepala Diskominfo Kabupaten Subang, Sumarna mengatakan, PSBB pada level Provinsi tidak dilanjutkan. Penetapan PSBB diserahkan sepenuhnya kepada Bupati/Walikota dengan PSBB Penuh/Parsial.

“Kabupaten Subang akan mengusulkan PSBB Parsial berbasis kecamatan dan desa berdasarkan Konsistensi Temuan Kasus konfirmasi Positif Covid-19,” ujarnya.
Dia mengatakan, surat usulan bupati disampaikan sore ini ke provinsi. “Gugus tugas provinsi menyikapi Surat Bupati pada hari selasa, 19 mei 2020,” ujarnya.

Usulan PSBB Parsial Berbasis Kecamatan dan Desa

Kecamatan Subang dan Cipeundeuy

Desa Sukamandi (BB Padi) Kecamatan Ciasem
Desa Sindangsari (Kp.Limaratus) Kecamatan Kasomalang
Desa Ciater Kecamatan Ciater
Desa Kaliangsana Kecamatan Kalijati
Desa Citrajaya Kecamatan Binong
Desa Sukasari Kecamatan Sukasari
Desa Karangmulya Kecamatan Legonkulon
Desa Tanjungwangi Kecamatan Cijambe
Desa Simpar Kecamatan Cipunagara. (ysp/vry)