Penanganan Banjir, Dr Otong: Waterfront City

Penanganan Banjir pantura subang

SUBANG-Pakar Hukum Tata Negara sekaligus Tokoh Masyarakat Pantura Dr Otong Rosadi S.H M.Hum sebut, penanganan banjir di Pantura harus dilakukan secara out of the box. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menjadikan, wilayah Subang Utara dengan konsep Waterfront City.

“Solusi permanen jika Provinsi dan Pemkab, belajar pada kota kota yang menyiapkan sungai dan laut sebagai beranda depan rumah penduduk dan fasilitas publik lainnya,” imbuhnya.

Menurut Dr Otong, Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipunagara merupakan kewenangan BBWS serta Kementerian PUPR. Ia mendapat kabar bahwa, BBWS juga tengah menyiapkan kajian untuk melakukan penanganan secara permanen.

“Tetapi, saat ini penanganan banjir jangan hanya berkutat pada hal seputar peninggian tanggul, penguatan tanggul serta normalisasi. Perlu terobosan dan langkah-langkah strategis yang efektif dengan menggunakan beragam teknologi terkini,” imbuhnya.

Dr Otong juga menyampaikan, penataan sepanjang DAS Cipunagara, Casem, Cigadung, Kalensema, Proyek, sungai lainnya dan Pantai Utara perlu dilakukan mulai dari sekarang

“Nah belajar dan sejauh pengamatan saya di kota-kota yang sukses, termasuk ide Waterfront City, semuanya bangunan, rumah diwajibkan menghadap ke air sungai, kali, laut.

“Padang termasuk kisah sukses Waterfront City paling awal di Indonesia. Tak ada rob, padahal berada di Samudera Hindia. Di sepanjang pantainya asri, tertata,” kata Rektor Universitas Ekasakti Padang ini.

Termasuk kata Otong, penanganan hulu juga memerlukan keberpihakan dari Gubernur untuk dapat mengkoordinasikan penanganan banjir antar Kepala Daerah.