Penanggulangan Kemarau Diklaim Sudah Jauh Hari

RAKOR: Dipimpin Wakil Bupati, Pemda Subang rapat Koordinasi untuk menanggulangi kekeringan yang terjadi dibeberapa wilayah di Kabupaten Subang. INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES

Kekeringan dan Banjir Rutinitas Tahunan

SUBANG-Pemda Subang mengklaim sejak jauh-jauh hari sudah mempersiapkan penanggulangan dampak musim kemarau. Terutama pada bidang pertanian, yang kerap terjadi kekeringan yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Subang.

Wakil Bupati Subang, Agus Masykur Rosyadi menyampaikan dilema masalah pertanian di daerah utara. Jika saat musim kemarau muncul masalah yang terjadi adalah kekeringan dan di saat musim penghujan timbul masalah banjir.

Kejadian ini, kata Agus, sudah menjadi rutinitas yang terjadi setiap tahun. Hal ini memerlukan koordinasi lintas sektoral untuk bersama-sama mencari gagasan jalan keluar menanggulangi dampak musibah tersebut.

“Kita berharap aliran air yang menjadi sumber pengairan ke lahan pertanian dan kebutuhan masyarakat lainnya dapat mengalir ke masyarakat walaupun dalam keadaan kemarau, dengan memperhatikan penjadwalan aliran sungai di beberapa titik pintu air yang dialirkan ke beberapa daerah,” paparnya.

Lebih jauh, Wabup meminta para petani agar mengikuti dan menetapkan jadwal pola tanam, dengan tetap bersinergi dalam menghadapi kekeringan bersama perangkat daerah.

“Dengan air tetap ada dan tetap mengalir diharapkan lahan pertanian di Subang tetap produktif. Dan lahan pertanian kedepannya tetap menjadi lahan pertanian. Kita harus mempertahankan Subang sebagai lumbung padi nasional dengan tetap menjaga ketersediaan lahan pertanian,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Subang, H.Hidayat bahwa Pemda Subang telah menggelar rakor untuk fokus pada pembahasan siaga darurat kekeringan, terutama lahan pertanian termasuk juga darurat kebakaran hutan, kelangkaan air bersih dan air pertanian, areal yang terdampak kekeringan dan lainnya. “Ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan ketersediaan air dari jatiluhur, apakah masih cukup dan membahas penjadwalan pengawasan pengendalian air,” kata Hidayat.

Pada kesempatan yang lain, diketahui sebanyak 100 hektare sawah di Desa Karanganyar Kecamatan Pusakajaya terancam kekeringan dan terserang hama. Lokasi sawah tersebut berada di Blok Sukarasa.

Pjs Kepala Desa Karanganyar Susanto mengatakan, saat ini aparatur desa bersama petani berusaha menggunakan pompa air untuk menyedot air yang ada untuk menyelamatkan sawah tersebut. “Kalau ditotal dengan yang hampir diserang mencapai 100 hektare, tapi kalau ini bisa teraliri, bisa terselamatkan,” ucap Susanto.

Saat ini yang sedang dilakukan, selain menunggu giliran air, upaya penyelamatan yang bisa dilakukan dengan pemanfaatan pompa. “Tapi tidak bisa mengcover semua, karena sumber air yang adapun terbatas,” jelasnya.

Camat Pusakajaya Drs Vino Subriadi mengatakan, saat ini sedang dalam kondisi puncak musim kemarau. Di lapangan Petani menghadapi masalah kesulitan air. “Tadi lihat cukup luas lahan sawah yang kondisinya kering, sudah tanam 20-30 hari tapi kurang air, maka tadi Pemdes coba melakukan upaya memompa air,” ujar Vino.

Meski begitu, ia mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak pengamat pengairan Pusakanagara. Dari hasil komunikasi tersebut, dalam beberapa hari kedepan akan dilakukan upaya penyelamatan. “Nanti akan berusaha diselamatkan, dengan giring air atau memanfaatkan giliran agar lokasi tersebut bisa terairi,” pungkasnya.(idr/sep)