Pendataan Warga dari Zona Merah

BAGIKAN MASKER: Pemdes Pamanukan Hilir membagikan masker kepada warga untuk mencegah penyebaran virus korona. YOGI MIFTAHUL FAHMI PASUNDAN

SUBANG-Muspika Cipeundeuy lakukan penyisiran berupa pendataan pada warga yang baru tiba dari wilayah zona merah. Selain itu, pendataan juga dilakukan kepada karyawan di setiap perusahaan yang diketahui sering melakukan perjalanan ke wilayah zona merah.

“Hal ini kami lakukan guna pencegahan penyebaran Covid 19, mengingat wilayah cipeundeuy ini merupakan wilayah perbatasan, dan industri, maka kami melakukan penyisiran,” Camat Cipeundeuy, Heri Hermansyah kepada Pasundan EKspres, belum lama ini.

Dia mengaku sudah mengirim surat kepada beberapa perusahaan untuk mengistirahatkan karyawannya yang diketahui memiliki riwayat berhubungan dengan PDP. Hal itu mengingat di wilayah Cipeundeuy sendiri terdapat seorang yang terdeteksi sebagai PDP. “Untuk beberapa perusahaan kami menginstruksikan karyawannya untuk isolasi mandiri, tidak semua ada beberapa. Begitupun dengan beberapa warga,” tanbahnya.

Kepala Desa Wantilan, Komarudin menyesalkan perusahaan yang diduga masih tidak menjalani prosedur keamanan pencegahan Covid-19. Dari laporan-laporan masyarakat masih saja ada staf manajmen perusahaan yang masih bolak-balik ke wilayah zona merah. “Karena mungkin kepentingan perusahaan dan pulangnya ke zona merah, mereka santai saja, sedangkan di sini kita kampanyekan terus jangan mudik-jangan mudik, kan jadi merasa sia-sia, harus ad tindakan tegas ke perusahaan-perusahaan yang belum seurius menerapkan standar keamanan pencegahan Covid 19,” jelasnya.

Desa Wantilan merupakan wilayah industri

Bukan tanpa alasan, dirinya menyampaikan hal tersebut karena memang Desa Wantilan merupakan wilayah industri, termasuk juga di wilayah perbatasan yang berada di Kabupaten Subang, selain keberadaan buruh pabrik yang sampai hari ini masih bekerja dan patut diduga tidak sepenuhnya perusahaan memberlakukan physical distancing, maka dirinya meminta agar gugus tugas percepatan penanggulangan Covid 19 di Kabupaten Subang bisa turun langsung cek perusahaan-perusahaan tersebut.

“Jadi jangan sampai kita gembor-gembor ke masyarakat social distancing, pgysical distancing, tapi perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah kami khususnya, di Wantilan yang memang didominasi oleh banyak perusahaan, masih enjoy saja, tidak mengindahkan himbauan tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, Pemdes Pamanukan Hilir melakukan pembagian masker kepada masyarakat. Hal itu sebagai upaya pencegahan penularan virus korona. “Kita produksi masker itu 1000 untuk dibagikan ke masyarakat, Namun karena pengerjaannya bertahap yang baru dibagikan ada sekitar 400 masker,” kata Kepala Desa Pamanukan Hilir, Udin Jamaludin.

Dana desa untuk pencegahan Covid-19 belum cair

Selain itu penyemprotan desinfektan sampai saat ini masih terus dilakukan meskipun dana desa untuk pencegahan Covid-19 belum cair. “Cuma karena anggaran memang belum ada atau belum cair, pengajuan juga belum, tapi karena ini kan urgent Jadi kami selaku kepala desa membuat kebijakam agar terlebih dahulu melakukan langkah-langkah preventif,” ucapnya.

Pemerintah pusat hingga desa dapat menganggarkan upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Untuk di desa, surat edaran yang diantaranya realokasi Dana Desa untuk pencegahan Covid-19 dan yang terbaru untuk BLT dari Dana Desa.

“Ini kan ada kemungkinan perubahan lagi walau sebelum dana desa ini akan dialokasikan untuk infrastruktur, tapi karena memang ini sangat penting jadi kemungkinan ada perubahan lagi,” jelasnya.

Sebelumnya Pemerintah Desa Pamanukan Hilir berencana menganggarkan Rp 39 Juta untuk penanggulangan Covid-19. Namun karena ada surat edaran terkait dengan BLT, jumlah tersebut diprediksi akan meningkatkan sesuai dengan mekanisme. “Karena ada surat edaran lagi soal BLT ya kami akan menyesuaikan dengan pagu dana desa yang ada saat ini,” tuturnya.

Hingga saat ini, meskipun dana desa belum turun, Pemdes Pamanukan Hilir terus melakukan upaya pencegahan virus Corona yang saat ini sedang digarap diantaranya penyemprotan disinfektan serta pembagian masker pada warga. “Kita tidak bisa menunggu anggaran turun dulu tetap kita lakukan upaya pencegahan dengan dana talangan, yang terpenting kita berkomitmen untuk dapat mencegah ini di tingkat masyarakat bawah,” pungkasnya.(idr/ygi/sep)