Pengawas SD Kecamatan Pagaden Ingatkan Kepala Sekolah Pantau Kegiatan Guru 

Dra. Risa Marita Chandra. M.M.Pd, Pengawas SD Kecamatan Pagaden.

Pastikan Belajar di Rumah Berlangsung

SUBANG-Pengawas SD Kecamatan Pagaden, Dra Risa Marita Chandra MMPd mengingatkan tugas kepala sekolah sesuai dengan poin ke 4 Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018.

Dia mengatakan, kepala sekolah yang melaksanakan tugas pembelajaran atau pembimbingan merupakan tugas tambahan di luar tugas pokoknya.  “Rasanya tepat untuk didiskusikan disaat merebaknya pandemi Covid-19, yang mana kegiatan pembelajaran harus tetap berjalan sementara siswa harus belajar di rumah,” ungkapnya kepada Pasundan Ekspres, Senin (20/4).

Pada masa darurat Covid seperti saat ini, kata dia, seni kelenturan kepemimpinan dibutuhkan agar regulasi yang diamanahkan terlayani dan berbagai aspek aman terkendali. Kondisi seperti ini memungkinkan para leader untuk melihat kembali untuk merefleksi perjalanan kepemimpinan selama ini agar penerapan keyakinan diri menjadi efektif dan esien dijalankan.

“Sebagai seorang pemimpin, kepala sekolah adalah kekuatan pendorong seluruh warga sekolah untuk menyalurkan seluruh potensi yang ada, mengoptimalkan gerak terbaik dalam mencapai tujuan bersama,” jelasnya.

Dia mengatakan, berbagai regulasi yang terbit mendadak baik dan bijak untuk sedikit direkayasa untuk penyesuaian agar tatap selaras dengan visi yang sudah tertancap di benak setiap warga sekolah. Sebagai contoh tidak diperbolehkan adanya guru yang piket di sekolah, namun kenyataan kondisi keamanan sarpras sekolah perlu penanganan. Maka langkah kebijakan perlu diambil dengan jumlah yang terbatas. “Kepala sekolah sabagai role model sudah pasti selalu terdepan dalam melaksanakan pengamanan segenap asset sekolah,” ujarnya.

Kondisi darurat Covid-19 membuat kegiatan persekolahan berubah. Seperti UN dibatalkan, UKK dibatalkan namun raport masih harus tetap dimiliki oleh siswa, pembelajaran online,  begitu juga dengan penilaian akhir tahun yang akan dilaksanakan pada awal bulan Juni. “Kepala sekolah yang baik memastikan bahwa dari perubahan cepat yang sedang terjadi menghasilkan dampak positif dan luar biasa bagi kemajuan,” jelasnya.

Sebagai contoh pembelajaran yang biasanya konvensional saat ini menjadi online maka dengan memdorong seluruh warga sekolah melaksanakanya. Segenap warga sekolah menjadi terbiasa dengan berbagai kegiatan berbasis online. “Hal yang perlu dilakukan kepala sekolah adalah memastikan tingkat keberhasilan tujuan seluruh pembelajaran online tercapai,” ujarnya.

Banyak hal kepala sekolah guna membimbing gurunya dalam melaksanakan pembelajaran dalam keadaan darurat Covid-19. Mulai dari melakukan  kolaborasi, kecenderungan dunia saat ini khususnya dalam pendidikan sudah menyadari sepenuhnya bahwa kolaborasi sudah mensubtitusi kompetisi.

Seorang pemimpin sejati akan sangat memanfaatkan paradigma ini menjadi sumberdaya baik itu kolaborasi ke dalam maupun keluar. Sebagai contoh kolaborasi ke dalam adalah dengan optimalisasi guru TIK, agar secara kolektif kolegial mencerahkan guru-guru lain memanfaatkan berbagai aplikasi yang paling efisien untuk pembelajaran siswa. “Jika kurang kolaborasi dengan berbagai pihak jelas akan menjadi masalah bagi sekolah,” ungkapnya.

Dia menyampaikan, kepala sekolah untuk melakukan pemantauan kegiatan guru dengan turut bergabung dalam group pembelajaran yang dilakukan sekolah masing-masing.

Memberikan arahan agar guru dapat melaksanakan tugasnya dengan baik termasuk materi yang harus diberikan seputar PHBS dan pengenalan Covid-19. “Atur jadwal belajar dengan seksama, dan berikan motivasi kepada guru agar tetap mau melaksanakan tugasnya dengan baik,” pungkasnya.(ysp/vry)