Pengembangan Kawasan Rebana Tak Terbatas

KUNJUNGAN: Rombongan dari Tim Provinsi Jawa Barat bersama Dinas PUPR Kabupaten Subang saat berkunjung ke area proyek Pelabuhan Patimban Sabtu (12/9). YOGI MIFTAHUL FAHMI PASUNDAN

Terhubung ke Kota Baru Patimban

SUBANG-Keberadaan Pelabuhan Patimban tidak berdiri sendiri, akan tetapi dikoneksikan dengan wilayah lain termasuk kawasan Rebana. Hal itu terungkap dalam kunjungan SKPD Provinsi Jawa Barat ke proyek Pembangunan Pelabuhan Patimban, Sabtu (12/9).

Dalam kunjungan itu, membahas rencana pengembangan Kota Baru Patimban dan Kawasan Industri di Kabupaten Subang. Kegiatan dilakukan dengan diskusi dan pemaparan di Site office KSOP Kelas II Patimban serta melakukan peninjauan area proyek reklamasi Pelabuhan Patimban.

“Menggabungkan dengan Bandara Kertajati, kawasan Cirebon dan kawasan Pelabuhan di Subang,” kata Kepala Dinas PUPR Kabupaten Subang, Besta Besuki.

Besta juga menyampaikan, saat ini ada beberapa lokasi serta perusahaan yang akan mengajukan menjadi Kawasan Industri seperti PT RNI serta PTPN VIII. Selain itu, juga ada kawasan industri Suryacipta yang juga dekat dengan akses Tol Cipali menuju Pelabuhan Patimban. “Termasuk Subang juga tengah menyiapkan rencana Infrastruktur mulai dari pembukaan Jalan baru Cilamaya menuju Patimban hingga,” ucapanya.

Untuk itu, ia berharap bisa bersinergi dengan Provinsi dan menjadi satu kesatuan dan terintegrasi juga terkoneksi, baik dari segi infrastruktur maupun kawasan industri di Subang maupun mengenai rencana pengembangan kawasa Rebana.

Sementara itu, Kadis Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat Ir. A Koswara mengungkapkan, sesuai arahan Gubernur Jawa Barat, pihaknya akan mengawal terkait rencana pengembangan Kota Patimban New City. “Termasuk diantaranya ada permohonan untuk mengintegrasikan semua konektivitas. Maka kami kesini untuk mempelajari semua itu,” ucap Ir. Koswara.

Dalam diskusi tersebut, terkait dengan rencana pembangunan jalan, pengembangan jalan serta pembangunan kawasan industri termasuk penataan ruang di Subang menjadi salah satu topik yang dibahas. “Sebab rencana terkait rebana ini kan tidak ada garis batas yang pasti dari mana kemana nya, hanya pengembangannya tentu dari Barat ke wilayah Timur,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala KSOP Kelas II Patimban, Dr Anwarudin S.T M.T menyebut, proyek Pelabuhan Patimban merupakan proyek strategis nasional. Kemenhub dalam hal ini ditunjuk oleh pemerintah untuk melaksanakan pembangunan pelabuhan tersebut.

“Tapi tentu keberadaan Pelabuhan Patimban ini nantinya bukan hanya milik pemerintah tetapi juga milik Jawa Barat dan Subang. Kami dari Kementerian juga secara umum memberikan suporting baik bagi Pemprov maupun dari Pemda,” ungkap Anwar.

Dalam kunjungan tersebut juga turut dihadiri unsur dari Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Dinas PTSP provinsi Jawa Barat, Biro Perekonomian Bapedda Jawa Barat.(ygi/sep)