Penjualan Anjlok, Peternak Ayam Terpaksa Tutup Usaha

MENINJAU: Tim Disnakeswan meninjau peternak penetasan anak ayam dan pembesaran ayam yang terdampak Covid-19. YUGO EROSPRI/PASUNDAN EKSPRES

50 Persen dan Kesulitan Pakan

SUBANG-Perusahaan penetasan anak ayam terkena dampak Covid-19. Dalam kurun waktu sebulan terakhir, banyak kandang ayam, bebek yang tutup, dikarenakan pakan yang sulit didapatkan, hingga khawatir terpapar Covid-19. Banyak peternak unggas rehat, hingga perusahaan penetasan ayam kesulitan menjual anak ayam dan merumahkan sebagian karyawannya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Drs. Bambang Suhendar, M.Si mengatakan, akhir-akhir ini banyak peternak unggas yang rehat ketika wabah Covid-19 ini meluas. Dampaknya sangat dirasakan perusahaan penetasan anak ayam. “Perusahaan penetas anak ayam kesulitan menjual ke peternak unggas,” ujarnya.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Hewan Disnakeswan Drh. Sukirman mengatakan, kondisi akhir-akhir ini menurut pantauannya banyak peternak unggas yang tutup, terutama peternak rakyat. Hal tersebut diduga karena para peternak khawatir penularan Covid-19. Ketika beternak unggas, rentan dengan penularan dan juga kesulitan mendapatkan pakan unggas.

“Mereka tutup, diduga takut terpapar Covid-19 dan juga kesulitan mendapatkan pakan bagi unggas mereka seperti ayam atau bebek,” ujarnya.

Dampak peternak yang tutup sementara, kata Sukirman, sangat berdampak terhadap perusahaan penetasan anak ayam . Perusahaan ayam biasanya menjual anak ayam kepada para peternak untuk dibesarkan. “Ini dampak serius bagi para perusahaan penetasan ayam yang ada di Kabupaten Subang,” katanya.

Saat ini, lanjut Sukirman, perusahaan penetasan anak ayam sudah merumahkan sebagian karyawannya, dikarenakan kesulitan menjual anak ayam kepada peternak rakyat dalam dua bulan terakhir. “Jadinya dirumahkan karyawannya, karena kesulitan menjual DOC nya,” katanya.

Dijelaskan Sukirman, pihaknya mendapatkan informasi dari perushaan penetasan ayam penjualannya anjlok sekitar 50 persen. Bahkan ada yang tidak terjual sama sekali, dikarenakan banyak peternak rakyat yang tidak membeli DOC. “Penjualan DOC dari perushaan penetasan ayam anjlok, laporan ke kami,” tandasnya.(ygo/vry)