Penyedia Jasa Hiburan Pernikahan Terkena Dampak Covid-19

LAPANG DADA: Penerima jasa hiburan dan upacara adat pesta perkawinan terkena dampak Covid-19. INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKPSRES

SUBANG-Penyebaran Covid-19 yang semakin hari semakin mengalami peningkatan berdampak hampir pada setiap sektor di lapisan masyarakat. Baik itu ekonomi, sosial, bahkan ibadah sekalipun.

Tidak terkecuali bagi mereka para penjual jasa di acara hajatan, seperti misalnya perias pengantin, pengisi hiburan dan upacara adat dan fotografi.

Penyedia jasa hiburan dan upacara adat di setiap pesta pernikahan di Subang, Andri Kemal Septiawan mengaku beberapa kegiatan hajatan mengalami pengunduran jadwal, bahkan ada yang dibatalkan.

“Karena dihimbau oleh pemerintah untuk tidak menyelenggarakan hajatan dulu, beberapa ada yang dijadwalkan ulang. Tapi beberapa juga ada yang membatalkan. Ya dampaknya lumayan juga, apalagi untuk beberapa orang yang memang mengandalkan hidup dari jasa hiburan atau upacara adat ini,” jelasnya.

Namun dirinya menerima dengan lapang dada keputusan dari himbauan pemerintah tersebut. Alasannya menurut Andri untuk kebaikan bersama, demi mumutus mata rantai penyebaran Covid-19, apalagi setelah dirinya mengetahui jika beberapa orang di Subang sudah berstatus sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Memang kita dituntut harus memiliki kepekaan untuk peduli dalam konteks ini, karena musibah ini menimpa seluruh dunia tidak hanya di kita kan. Ya kami pasrah saja dan mendukung segala bentuk penanggulangan yang disarankan pemerintah,” tambahnya.

Banyak acara dibatalkan

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Iyan Waryanto, masih satu profesi dengan Andri Kemal Septiawan. Bahkan dia mengaku ada sekitar 14 acara yang dibatalkan, karena diberlakukannya himbauan dari pemerintah, termasuk Kapolri untuk menghindari mengadakan acara yang berpotensi mengumpulkan massa lebih dari 50 orang.

“Pasrah saja, ini kan musibah bersama, lebih baik mencegah dari pada mengobati,” tambahnya.

Selain itu para wedding organizer juga harus memutar otak untuk tetap bertahan. Banyak jadwal klien mereka terganggu, bahkan ada yang terpaksa menunda resepsi pernikahan untuk menghindari keramaian.

Seperti cerita yang dibagikan Ita, wedding planner dari Cantika Wedding Organizer. Ita mengaku ada kliennya yang legawa untuk menunda resepsi karena tak mau mengambil risiko penularan yang kian meluas.

“Kebetulan per hari ini, Jumat ada satu pasang klienku yang menunda dikarenakan wabah corona. Tapi untuk resepsinya saja. Untuk akad nikah, Insya Allah tetap berjalan dengan beberapa persyaratan yang cukup ketat dan pendampingan dari ahli medis, selain menunda ada juga klien yang minta dijadwal ulang,” katanya.(idr/ysp)