Perbaikan Tanggul Jadi Solusi Atasi Banjir

DADAN RAMDAN/PASUNDAN EKSPRES CEGAH BANJIR: Bupati Subang H. Ruhimat bersama Camat Legonkulon Aet dan perangkat desa saat meninjau tanggul Kali Cipunagara yang rawan bobol di Desa Karangmulya.

SUBANG-Sebagai upaya pencegahan banjir yang disebabkan oleh tanggul yang bobol, Bupati Subang H. Ruhimat meninjau lokasi tanggul rawan bobol yang berlokasi di Blok Lapang Desa Karangmulya Kecamatan Legonkulon, beberapa waktu lalu.

Mengingat kondisi curah hujan yang tinggi, sehingga dimungkinkan debit air Kali Cipunagara meningkat dan akan menggerus bantaran kali juga tanggul bisa jebol yang bisa berakibat banjir di wilayah Kecamatan Legonkulon.

Menurut Sekdes Desa Karangmulya Komarudin atau Komeng saat dijumpai Pasundan Ekspres menyampaikan, bila tanggul Kali Cipunagara tersebut bobol, maka akan berdampak sejumlah desa di wilayah Kecamatan Legonkulon banjir.

Banjir akan menerjang pemukiman dan pesawahan yang luasnya mencapai 1.282 ha, dengan rincian Desa Karangmulya 104 ha, Bobos 120 ha, Legonkulon 454 ha dan Desa Tegalurung 604 ha.

Bahkan, kata Komeng, bukan hanya sawah saja, areal tambak udang di Desa Tegalurung dan Anggasari akan terimbas bila banjir menerjang wilayah itu.

Selain itu, terputusnya akses jalur jalan Pamanukan-Pondok Bali, yang berdampak pada perekonomian masyarakat sekitar. “Oleh karena kita sudah melayangkan surat permohonan penanganan tanggul Kali Cipunagara, sebelum debit air meningkat. Lebih baik mencegah dari pada mengobati, ambil langkah sebelum terjadi,” kata Komeng.

Sebagau langkah awal, Pemdes Karangmulya bersama masyarakatnya telah melakukan kerja bakti penanggulangan darurat secara swadaya dengan menumpuk karung berisi tanah merah, memasang rucuk dolken untuk peninggian bantaran kali, sehingga air tetahan dan tidak meluap saat arus deras. “Lokasi ini sudah ditinjau oleh pak Bupati H. Ruhimat, dan secepatnya akan menanganginya oleh dinas terkait,”  tuturnya.

Pemdes Karangmulya mengucapkan terimakasih atas respon cepat dari Bupati Subang H. Ruhimat. Pemdes juga mengusulkan agar dibuat sebuah  sodetan di bantaran kali sebelah timur. Pembuatan disposalnya (tanah galian) digunakan untuk penguatan dan peninggian tanggul yang kritis “Harapan kami semoga Pemkab Subang melalui dinas terkait segera melakukan penanggulangan darurat, karena kalau hanya berharap kepada Pihak BBWS Citarum sampai hari ini tidak ada tindak lanjut apa-apa,” tukasnya.(dan/sep)