Perlintasan KA tanpa Palang Pintu di Kampung Kiarasari Kecamatan Compreng, Kerap Makan Korban Jiwa

Kampung Kiarasari Kecamatan Compreng
BAHAYA: Salah satu perlintasan kereta api di Kampung Kiarasari Kecamatan Compreng, tanpa palang pintu. INDRAWAN SETIADI/PASUNDAN EKSPRES

COMPRENG-Warga Kampung Kiarasari Kecamatan Compreng Kabupaten Subang, sudah lama resah akibat adanya perlintasan kereta api di kampung mereka yang masih tidak dilengkapi palang pintu.

Hal tersebut diungkapkan salah seorang Kampung Kiarasari Kecamatan Compreng, Dimas (28). Menurutnya, sudah sejak lama perlintasan kereta api dikampungnya tidak dilengkapi dengan palang pintu.

Kondisi tersebut jelas membuat masyarakat resah, terlebih setelah beberapa kali terdapat kecelakaan di area tersebut. “Paling hanya mengandalkan yang jaga saja, relawan dari warga yang suka mengatur lalu lintas kendaraan di sini jika akan melintas rel,” jelasnya.

Baca Juga: Polres Gelar Rapid Test di Stasiun Kereta Api Purwakarta 

Itu pun menurut Dimas, inisiatif untuk berjaga terbatas oleh waktu. Jika sudah larut malam, sekitar rel yang juga minim lampu jalan itu cukup mengkhawatirkan warga. “Kalau malam kita harus meningkatkan kewaspadaan, karena sudah tidak ada palang pintu, penerangan jalan juga minim,” tambahnya.

Kerap makan korban 

Warga yang lain, Warman (43) mengungkapkan di lokasi tersebut kerap memakan korban. Tidak hanya yang berada di Kampung Kiarasari, bahkan tahun lalu di Kampung tetangga, yaitu Kampung Susukan, Desa Jati, Kecamatan Cipunagara, Subang, terpaksa harus ditutup.