Petani Butuh Bantuan Benih dan Pupuk

STOK PUPUK: Budi Ashara mewakILI kelompk tani di wilayah Kalijati menegluhkan soal ketersediaan pupuk, kepada Kepala UPTD Pertanian Kalijati, Novika Rukmi, disaksikan oleh Babinsa Caracas dari Koramil 0503/Kalijati, Serka Samsuri. INDRAWAN/PASUNDAN EKSPRES

UPTD Usulkan Penambahan Stok

KALIJATI-Kelompok tani yang tergabung dalam Warga Tani Caracas Kalijati, mengeluhkan ketersediaan pupuk dan bibit padi di Dinas Pertanian.

Menurut Ketua Warga Tani Caracas, Budhi Ashara, ketersediaan bibit padi tidak selamanya bisa didapatkan dari Dinas Pertanian. Baik yang ada di Kabupaten maupun UPTD Dinas Pertanian Kecamatan Kalijati.

Hal tersebut disampaikan Budi Ashara langsung pada Kepala UPTD Pertanian Kalijati, saat berkunjung menemui para kelompok tani, Selasa (10/9).

Bagi Budi, terbatasnya ketersediaan bebih padi dan pupuk jelas menyulitkan para petani, meski tidak terlalu signifikan. Karena menyangkut kebutuhan pokok petani.

“Tadi saya menyampaikan itu saja, kesulitan mendapatkan bibit dari dinas, bibit padi dan pupuk. Kalau dari dinas kan gratis, jadi sedikit menghemat biayalah bagi para petani, begitu. Tetapi kalau tidak setiap waktu ada, ya terpaksa harus modal beli ke toko tani swasta,” jelasnya.

Untuk kebutuhan benih padi sendiri, Budi bersama para petani kelompoknya mendambakan bibit invari 32 yang dinilai lebih tahan hama. Dan memiliki bobot yang lebih bagus. Namun untuk saat ini, kata Budi, kelompoknya tidak menanam padi lebih dulu, setelah musim panen kemarin. Karena saat ini masih musim kering.

“Kalau sekarang belum tanam, apalagi tanam padi, paling nanti di bulan Desember. Sekarang kelompok kami sedang akan bergegas menanam jagung dan kacang panjang, tanaman yang memang cocok di wilayah Caracas ini. Cuma itu tadi, pupuknya terbatas. Kalau bibitnya, saya tanya ke UPTD Dinas Pertanian tersedia,” tambahnya.

Menanggapi hal itu Kepala UPTD Pertanian Kecamatan Kalijati, Novika Rukmi menyampaikan kenapa ketersediaan benih padi varian 32 itu sulit didapatkan di dinas, karena jumlahnya terbatas.

Menurut Novika stok yang diberikan oleh pemerintah pusat dibatasi ketersediaannya.

“Benih padi inpari 32 itu, setiap tahun diberikan oleh pemerintah pusat hanya untuk beberapa puluh hektar saja. Jadi jumlahnya terbatas. Tapi sekarang mudah didapatkan di toko pertanian, karena memang sudah di jual bebas. Hanya saja saran saya membelinya harus ke tokon pertanian setaraf grosir,” jelasnya.

Selian soal langkanya benih padi, Budi juga mengeluhkan ketersediaan stok pukuk di kios-kios. Padahal saat in petani tengah menanam palawija.

Novika menjelaskan, soal pupuk juga sama jumlahnya dibatasi.Namun dia tetap akan terus berupaya menambah stok pupuk sesuai estimasi kebutuhan petani. Sehingga kebutuhan para petani terpenuhi, khususnya di wilayah Kecamatan Kalijati.

“Saya akan tetap terus berupaya, untuk bisa memenuhi, namun hasilnya nanti belum bisa dipastikan,” pungkasnya. (idr/dan)