Petani Subang Tandur Awal Puasa

TANDUR: Rukmini dan beberapa kawannya sesama petani, gotong royong tandur di awal puasa. INDRAWAN /PASUNDAN EKSPRES

DAWUAN-Para petani di beberapa wilayah Kabupaten Subang, dalam beberapa waktu ini sudah memasuki masa Tandur (Tanam Mundur), tidak terkecuali beberapa petani asal Manyeti Dawuan, Subang.

Ditemui di sawahnya, petani asal Manyeti, Rukmini, berharap tandurnya di awal ramadhan membawa berkah tersendiri bagi dirinya dan keluarga, meski untuk tanam mundur kali ini Rukmini mengaku kesulitan mencari buruh tani. “Semoga hasilnya akan lebih baik dari panen kemarin, meski ya susah cari buruh tani, mungkin karena puasa juga,” jelas Rukmini.

Dia juga menambahkan, sebenarnya sulitnya buruh tani untuk tandur tidak hanya semata-mata karena bulan puasa, namun memang dalam beberapa tahun terakhir, terutama semenjak beberapa pabrik berdiri di Kecamatan Dawuan khususnya, umumnya di Kabupaten Subang, Rukmini mengaku kesulitan mendapatkan buruh tani. “Kalau buruh tani memang sulit, bukan hanya karena sekarang puasa, tapi memang semenjak ada pabrik juga sulit sekarang nemu buruh tani, sekalipun ada yang mau, pasti upahnya mahal, bisa dua kali lipat,” tambahnya.

Bayaran upah buruh tani yang ditawarkan dinilai terlalu mahal, alasan itulah yang membuat Rukmini akhirnya memilih menggarap sawahnya sendiri bersama suaminya. Sebagian besar, beberapa petani yang menggarap sawah di sekitaran Manyeti Dawuan, memang pemiliknya sendiri, baik pemilik utuh, maupun pemilik paroan (hanya penggarap, bukan pemilik lahan), memasuki masa tanam dan panen biasanya masa-masa yang membutuhkan tenaga kerja tambahan di sawah.
“Kalau perawatan, masa tumbuh padi oleh suami masih bisa, sawahnya juga cuma segini-gini aja, kecil. Untuk memberi pupuk, obat hama, dan sebagainya, dibantu oleh saya, masih bisa dikerjakan, kalau sudah memasuki panen dan tanam yang biasanya agak repot,” tambah Rukmini.

BACA JUGA:  Sawah Terserang Hama, Petugas POPT Dikerahkan

Untuk mensiasati itu, Rukmini dan beberapa kawannya, sesama petani, membentuk tim kerja, untuk melakukan pekerjaan tanam bersama-sama, dari satu kotak sawah ke kotak sawah lainnya mikik mereka, begitupun jika masa panen tiba. (idr/sep)