PJU di Subang Minim dan Rusak

PERBAIKAN: Tim perbaikan PJU Dinas Perhubungan Kabupaten Subang melakukan perbaikan PJU yang rusak di sekitar flyover Pamanukan, Jumat (31/1). YUSUP SUPARMAN/PASUNDAN EKSPRES

Rawan Aksi Begal dan Kecelakaan

SUBANG-Jalan sepanjang Jalur Kalijati Subang minim penerangan jalan umum (PJU). Hal itu membuat resah warga terutama pengendara yang melintasi jalur tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Subang, Roma Mairansyah mengaku banyak menerima keluhan terkait minimnya PJU di Jalur Kalijati-Dawuan-cilameri. Miminnya PJU sudah terjadi sejak dulu, apalagi jalur itu merupakan jalur Provinsi yang buka kewenanganya. “Kita pahami banyak jalur yang minim PJU, apalagi di jalur Provinsi,” kata Rona kepada Pasundan Ekspres, kemarin.

Dia menyebut berdasarkan data Dinas Perhubungan Kabupaten Subang, ada sebanyak 6851 unit PJU yang tersebar di berbagai daerah di Kabupaten Subang. Dari data tersebut, sebanyak 40 persen mengalami kerusakan. “Untuk perbaikan juga kerap dilakukan walaupun anggaran untuk perbaikan tersebut mahal. Kerusakan PJU tersebut salah satunya dikarenakan sambaran petir dan juga air hujan,” ungkapnya.

Tim teknis perbaikan PJU Dishub Subang, Safaat mengatakan kerusakan PJU juga terjadi di jalur Pantura yang merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan. Meski demikian, tim perbaikan PJU dari Dinas Perhubungan Subang memperbaikinya. “Ada 12 PJU yang rusak. Jumat (31/1) kemarin tim PJU Subang melakukan perbaikan. Baru 3 PJU yang diperbaiki mengingat kondisi cuaca tidak mendukung di hari itu,” ungkapnya.
Safaat menambahkan perbaikan dilakukan sebagai solusi atas keluhan dari masyarakat. Jika terus dibiarkan khawatir terjadinya kecelakaan lalu lintas karena kondisi gelap. “Setelah koordinasi dengan pihak Polsek Pamanukan tim memperbaiki PJU yang mana dikeluhkan warga setempat karena sering terjadi kecelakaan,” ungkapnya.
Dia mengatakan, tim bergerak cepat setelah diinstruksikan oleh Kadishub yang merespon keluhan warga melalui media sosial.

Mengenai perbaikan PJU yang merupakan tanggungjawab Kemenhub, kata dia, tidak ada kewajiban Dishub turun tangan memberbaiki. Tapi karena menjadi beban moral ketika masyarakat membutuhkan perbaikan, Dishub Subang pun turun tangan. “Memang tidak ada itu operasionalnya memperbaiki PJU di jalan nasional. Ada juga buat kegiatan di jalan kabupaten dan permukiman saja,” ujarnya.
Aksi petugas perbaikan PJU itu sebagai bentuk loyalitas insan perhubungan yang tidak mau banyak terjadi kecelakaan lalu lintas akibat rusaknya PJU dan fasilitas lalu lintas lainnya.

Safaat sendiri merupakan tenaga honorer yang sudah bekerja 12 tahun. Dia bekerja bersama tiga orang lainnya sebagai tim perbaikan PJU Dishub Subang. Meskipun sebagai tenaga honorer yang terus berharap segera diangkat menjadi PNS, tim tim perbaikan PJU Dishub Subang terus bekerja untuk kemanusiaan.
“Dengan dasar kemanusiaan, kami tidak mempersoalkan biaya operasional di sana ditanggung sendiri,” ujarnya.

Sebelumnya, Tokoh Kecamatan Cikaum, Fadilah mendesak Dishub Subang agar melakukan perbaikan-perbaikan PJU hingga ke berbagai daerah. Pasalnya, malam hari menjadi rawan dan momen bagi para begal untuk melakukan aksinya. “Kami desak Dishub Subang agar melakukan perbaikan-perbaikan, khususnya PJU,” ujarnya.(ysp/ygo/sep)