Polisi Buru Pelaku Pembacokan Pelajar di Pusakajaya

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Subang AKP Muhamad Wafdan Muttaqien SIK

SUBANG- Satreskrim Kepolisian Resor (Polres) Subang buru pelaku pembacokan pelajar, di di wesel Desa Bojongjaya Kecamatan Pusakajaya pada Minggu (13/12) pagi.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Subang AKP Muhamad Wafdan Muttaqien SIK mengatakan, perihal tragedi seorang pelajar yang tewas dibacok di Wesel Desa Bojong Jaya Pusakanagara pihaknya saat ini sedang memburu para pelaku.”Korban masih berusia 18 tahun. Kita sedang memburu mereka,”ujarnya kepada Pasundan Ekspres, Senin (14/12).

Dijelaskan Wafdan, Saai ini pihaknya melakukan proses penyelidkan mengenai tewasnya pelajar tersebut. “Kita dalami, kemungkinan terjadi peristiwa tersebut karena apa,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan Korban merupakan seorang pria berusia 18 tahun berinisial CB asal Desa Jatireja Kecamatan Compreng. Korban juga merupakan pelajar salah satu sekolah di yang kini duduk di kelas 3 SMA/SMK diwilayah Kecamatan Compreng.

Keluarga korban juga telah mendatangi Polsek Pusakanagara. Saat ini, korban tengah dilakukan otopsi di RS Bhayangkara, Indramayu guna kepentingan penyelidikan.

Salah satu keluarga korban Karso menuturkan, ia mendapat informasi awal dari pacar korban yang melihat informasi di media sosial. Dari ciri-ciri yang ada dan pakaian yang dipakai, korban terindikasi merupakan saudaranya.

“Nah setelah itu saya cari tahu informasi memang benar, bersama adik korban langsung ke Puskesmas Pusakanagara untuk memastikan,” kata Karso.

Sebagai paman dan keluarga, Karso berharap aparat kepolisian bisa mengungkap dan mengusut tuntas kasus tersebut. Ia juga berharap pelaku mendapatkan hukum yang setimpal atas perbuatannya tersebut.

“Saya harap pelaku bisa tertangkap dan dihukum sesuai aturan yang berlaku,” jelas Karso.

Sementara itu, adik korban Jenal Arifin juga menyampaikan, pada malam hari kakaknya pergi bersama teman-temannya. Namun ia tidak mengetahui tujuannya.

“Biasanya ya kalau main atau nongkrong tidak jauh, disekitar lapang desa. Tapi semalem gatau pergi kemana. Sempat dilarang juga sebetulnya,” imbuhnya.(ygo/ded)